Oleh Imam Hanafi

Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Bulog Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, siap mendukung program pemerintah daerah untuk memenuhi ketersediaan bahan pangan di daerah kepulauan di "Bumi Saijaan" Kotabaru.


"Kami siap mendukung dengan menyediakan kebutuhan bahan pangan beras untuk di pulau-pulau di Kotabaru, seperti di Pulau Sembilan," kata Kepala Bulog Kotabaru Rony Hadianto, di Kotabaru, Selasa.

Rony menjelaskan, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan penyuluhan Kotabaru H Zuhairil, pernah mempertanyakan kesiapan Bulog dalam mendukung program penyediaan pangan di Pulau Sembilan.

"Pada dasarnya, kami siap mendukung, tinggal bagaimana tekhnisnya belum sempat dibahas," ujarnya.

Ia menambahkan, Bulog Kotabaru siap menyediakan kebutuhan beras bagi masyarakat di Kecamatan Pulau Sembilan, dengan ketentuan harga yang ditetapkan pemerintah, yakni, kisaran Rp7.700 per kilogram.

"Apabila pemerintah daerah sudah memiliki rancangan yang matang, tidak menutup kemungkinan harga tersebut akan dikoordinasikan dengan Bulog Pusat atau Pemperov Kalsel, agar tidak memberatkan masyarakat," imbuh Rony.

Sebelumnya, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan Kotabaru, H Zuhairil Anwar, pemerintah daerah mulai 2013 melakukan langkah antisipasi kekurangan pangan di daerah kepulauan.

Tahap pertama yang dialkukan, pemkab Kotabaru akan fokus memastikan ketersediaan pangan di tiga pulau di Kecamatan Pulau Sembilan apakah benar-benar cukup.

"Rata-rata kebutuhan beras untuk masyarakat di kecamatan tersebut sekitar 260 ton per bulan," jelasnya.

Kebutuhan beras tersebut disuplai oleh pihak swasta, dan sebagian kecil disediakan masyarakat.

Agar kebutuhan akan beras bagi masyarakat di tiga pulau, Pulau Maradapan, Kerumputan, dan Oulau Marabatuan tidak terganggu oleh kondisi alam.

Pemerintah daerah akan membangun sedikitnya lima gudang beras, di lima desa, yakni, Desa Labuhan Barat, Telu Sungai, Maradapan, Tengah, dan Tanjung Nyiur.

Pemkab juga akan memberikan permodalan bagi kelompok tani atau pengusaha di lima desa tersebut untuk pengadaan beras.

Kelompok tani di desa tersebut, akan dipinjami permodalan yang cukup untuk menyiapkan beras sekitar 50 ton, dengan harga sekitar Rp8.500 per kilogram.

Karena modal tersebut dari pemerintah, maka harga jual beras dari kelompok tani kepada masyarakat juga akan ditetapkan oleh pemerintah.

"Kita masih akan merumuskan harga eceran tertinggi (HET) beras di Pulau Sembilan," jelasnya.

Tujuannya, agar masyarakat di kepulauan tidak meras keberatan dan ketersediaan beras tiodak akan tergantung oleh kondisi cuaca dan gelombang.

Seperti yang sering terjadi, apabila kondisi gelombang tinggi, dan angin kencang, kapal dilarang melakukan pelayaran ke luar Kotabaru, tidak terkecuali kapal yang akan menuju Kecamatan Pulau Sembilan, karena hal itu bisa membahayakan bagi pelayaran kapal.

Sementara itu, Kecamatan Pulau Sembilan sekitar 84 mill sebelah selatan Kotabaru memiliki luas wilayah 4,76 Km2, dengan ibukota Marabatuan.

Secara geografis terletak 116 60` 54" 116 19` 30" BT dan 3 37` 00" 4 95 50" LS, dan terdapat sebanyak lima desa, yakni, Desa Labuhan Barat, Telu Sungai, Maradapan, Tengah, dan Tanjung Nyiur.

  Sebelah Timur Kecamatan Pulau Sembilan berbatasan dengan Selat Makassar, sebelah selatan berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah utara berbatasan dengan Selat Laut, dan sebelah barat berbatasan dengan Laut Jawa   


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026