Oleh Imam Hanafi

Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Bulog Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, pada 2013 menargetkan bisa menyerap 2.000 hingga 3.000 ton beras hasil panen petani lokal.


Kepala Bulog Kotabaru Rony Hadianto di Kotabaru, Selasa, mengatakan jika memungkinkan kebutuhan beras untuk jatah rumah tangga miskin di Kotabaru dicukupi dari beras lokal.

"Sehingga kita tidak perlu mendatangkan beras dari Banjar, atau dari Hulu Sungai," katanya.

Ia mengatakan pada tahun-tahun sebelumnya, Bulog Kotabaru selalu mendatangkan beras dari luar daerah, karena target belum terpenuhi.

"Harga beras hasil panen petani Kotabaru di pasaran masih lebih tinggi dari harga yang ditetapkan pemerintah yakni Rp6.600 per kilogram," ujarnya.

Tingginya harga di pasaran itu menjadi salah satu penyebab belum tercapainya target penyerapan beras lokal oleh Bulog Kotabaru.

Pada 2012, Bulog Kotabaru yang menargetkan bisa menyerap beras lokal sekitar 3.000 ton, hanya mampu membeli beras hasil petani di Kotabaru dan Tanah Bumbu sekitar 1.600 ton.

Jumlah tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan beras Bulog Kotabaru yang melayani dua kabupaten, yakni Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Rony menambahkan, Bulog Kotabaru setiap bulan rata-rata memerlukan sekitar 264 ton beras untuk jatah rumah tanggga miskin.

Menurut dia, kebutuhan beras raskin untuk Kotabaru dan Tanah Bumbu sebagian besar didatangkan dari Banjar dan Hulu Sungai.

  "Karena harga beras di Kotabaru jauh lebih tinggi dari di Barabai dan sekitarnya, sehingga kita membeli beras di daerah tersebut untuk Kotabaru," kata Rony.    


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026