Perbaikan jalan Tanjung Serdang-Lontar Pulau Laut Barat, Kotabaru, Kalimantan Selatan, yang memiliki panjang sekitar 81 km itu diperkirakan menelan biaya Rp80 miliar.

"Untuk itu perbaikan jalan tersebut akan ditawarkan kepada investor yang bersedia meminjami pemerintah Kotabaru terlebih dahulu untuk membiayai perbaikan jalan tersebut," kata Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Kotabaru Muslim, Minggu.

Pemerintah daerah saat ini tidak mungkin mengalokasikan dana perbaikan jalan Tanjung Serdang-Lontar sekaligus Rp80 miliar, karena jalan yang lain juga perlu segera diperbaiki.

"Rencananya, pinjaman tersebut akan dibayar pemerintah daerah secara bertahap/tahun jamak (multi years),"kata Muslim.

Tahap awal, APBD 2011 Pemkab Kotabaru mengalokasikan dana sekitar Rp20,8 miliar, dan tiga tahun ke depan pemerintah daerah kembali membayar kepada investor rata-rata sekitar Rp20 miliar.

Pemkab Kotabaru, kata Muslim, lebih percaya kepada investor/kontraktor yang berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti, PT Adhi Karya, PT Perusahaan Perumahan dan yang lainnya.

Menurut Muslim, hasil kinerja perusahaan 'plat merah' itu lebih baik dan tidak meragukan lagi.

Muslim mencontohkan, hasil pembangunan jalan Trans Kalimantan yang dikerjakan perusahaan BUMN, hasilnya cukup memuaskan.

Padahal jalan di Pulau Salak, Kabupaten Tanah Bumbu itu lokasi cukup labil, tetapi kenyataanya hasilnya kini badan jalan itu cukup bagus dan memuaskan.

Sementara itu, kondisi jalur Tanjung Serdang-Lontar rusak cukup parah, badan jalan berlumpur hingga satu meter lebih.

Terutama di jalur sekitar Desa Semaras, menuju selatan hinga Sebanti dan Lontar.(C/B)


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026