Kotabaru, (Antaranews.Kalsel) - Warga Pulau Maradapan, Kecamatan Pulau Sembilan, sekitar 84 mil laut di selatan ibu kota Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, memerlukan pelatihan mengolah pisang supaya memperoleh nilai tambah dari hasil kebun yang melimpah
"Dalam satu pekan, produksi pisang di kebun masyarakat di desa kami sekitar 1.000 ikat (3.000-3.500 sisir)," kata seorang warga di Pulau Maradapan, Sarjan, di Kotabaru, Senin.
Dia menjelaskan, satu ikat pisang isi tiga-empat sisir dijual warga ke pedagang atau pengepul sekitar Rp15.000 untuk dibawa ke Kotabaru dan Banjarmasin.
Di pasar Kotabaru, harga pisang tersebut dijual antara Rp10.000-Rp15.000 per sisir dalam kondisi masak.
Warga di pulau tersebut mengharapkan, pemerintah daerah memberikan pelatihan serta permodalan bagi warga agar pisang-pisang warga dapat dijual dalam bentuk makanan jadi.
"Kami yakin, apabila pisang tersebut diolah sedemikian rupa, bisa menghasilkan uang lebih besar dibandingkan dengan dalam bentuk bahan mentah," imbuhnya.
Selain pelatihan industri rumah tangga, warga yang sebagian besar nelayan tersebut juga perlu permodalan dan bimbingan langsung dari ahli dalam mengelola usaha.
Sarjan menambahkan, berkebun pisang adalah usaha alternatif yang bisa dilakukan nelayan di Pulau Maradapan, di saat gelombang tinggi dan cuaca buruk.
"Dalam kondisi sulit di mana terjadi gelombang besar, warga hanya bisa pasrah tidak berani melaut, karena berbahaya," terang dia.
Mengisi waktu luang tersebut, para nelayan itu berkebun menanam pisang.
"Alhamdulillah, dalam satu musim, kami bisa memanen pisang hingga 1.000 ikat," tambah seorang warga Maradapan, Andi.
Andi yang merupakan warga keturunan Sulawesi dan sudah menetap di Maradapan itu mengaku beruntung bisa berkebun pisang.
"Agar pisang tersebut benar-benar bisa menopang perekonomian masyarakat, perlu diolah menjadi makanan yang memiliki nilai tambah," demikian Andi.
Sementara itu, tanaman pisang berbagai jenis di Kecamatan Pulau Sembilan mencapai kisaran puluhan hektare.
Hasil tanaman pisang tersebut dijual dalam bentuk mentah, setengah masak dan masak kepada tengkulak di Kotabaru.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Usaha Kecil Menengah, dan Koperasi Mahyudiansyah, belum dikonfirmasi terkait keinginan sebagian warga Pulau Maradapan, Kotabaru.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.