Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan mengungkapkan, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2013 tercatat 105,97 atau naik 0,28 persen dibandingkan April 2013 yang mencapai 105,67.

Naiknya NTP tersebut disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) mengalami penurunan sebesar 0,08 persen, ungkap Kepala BPS Kalsel Iskandar Zulkanain, di Banjarmasin, Senin.

Begitu pula indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami penurunan lebih besar pula, yaitu 0,36 persen, lanjutnya dalam jumpa pers di Kantor BPS Kalsel Jalan KS Tubun (Pekauman) Banjarmasin.

Dilihat dari subsektornya, empat subsektor pertanian mengalami kenaikan NTP, yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 0,20 persen, holtikultura 0,76 persen, peternakan 0,60 persen dan subsektor perikanan 0,92 persen.

Sementara subsektor yang mengalami penurunan NTP pada Mei 2013, yaitu subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,88 persen.

Faktor lain yang juga mempengaruhi NTP Kalsel Mei 2013, turunnya indeks harga Konsumsi Rumah Tangga pedesaan 0,46 persen menunjukan terjadinya deflasi di pedesaan akibat turunnya indeks pada subkelompok Bahan Makanan 0,78 persen.

Selain itu, subkelompok makanan jadi turun sebesar 0,07 persen, Perumahan turun 0,18 persen, dan subkelompok Sandang turun sebesar 0,18 persen.

Sementara subkelompok Kesehatan naik sebesar 0,29 persen, subkelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga naik 0,34 persen, serta subkelompok transportasi dan komunikasi naik sebesar 0,10 persen.

Pada Mei 2013, secara nasional, Provinsi Lampung mengalami kenaikan NTP tertinggi sebesar 0,85 persen, sebaliknya Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mengalami penurunan NTP tertinggi sebesar 0,74 persen. 


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026