Martapura, (Antaranews.Kalsel) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, memperketat pemantauan orang asing termasuk turis mancanegara yang berkunjung ke kabupaten setempat.
Wakil Bupati Banjar Fauzan Saleh, Senin di Martapura mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak berwenang yakni TNI/Polri dan instansi terkait lingkup Pemkab Banjar yang menangani masalah tersebut.
"Kami sudah mengundang TNI/Polri dan instansi terkait dalam rapat koordinasi pemantauan orang asing yang bertujuan memperketat pemantauan terhadap setiap orang asing yang berkunjung ke sini," ujarnya.
Ia mengatakan, langkah memperketat pemantauan orang asing yang dilakukan bersama aparat berwenang didukung dinas dan instansi terkait bukan membatasi aktivitas mereka tetapi lebih pada aspek legalitas kependudukan.
Disisi lain, kata dia, rapat koordinasi juga bertujuan memperbaharui data mengenai keberadaan setiap orang asing di Kabupaten Banjar yang belum terdata secara lengkap karena kedatangan mereka bisa sewaktu-waktu.
"Data mengenai jumlah orang asing yang datang belum lengkap sehingga kami menginstruksikan dinas dan pihak terkait memperbaharui datanya agar setiap orang asing yang datang diketahui jumlahnya," ungkap dia.
Dijelaskan, sesuai data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar, jumlah turis atau orang asing yang datang ke kabupaten setempat per bulan cukup banyak meski pun belum terdata keseluruhan.
Sejumlah tempat yang dikunjungi turis asing diantaranya tempat penjualan batu permata Kompleks Pertokoan Permata Cahaya Bumi Selamat (CBS) dan Pasar Terapung Lok Baintan Kecamatan Sungai Tabuk.
"Dua tempat itu sering dikunjungi turis asing, tetapi karena hanya kunjungan biasa ke tempat-tempat wisata dan tidak menginap sehingga cukup kesulitan mendata jumlah dan asal negara mereka," ujarnya.
Dikatakan, selain kunjungan wisata, orang asing di Kabupaten Banjar juga cukup banyak berasal dari sektor tenaga kerja karena beberapa diantaranya merupakan tenaga ahli di sejumlah perusahaan pertambangan.
"Sejauh ini tidak ada peristiwa terkait orang asing namun kami tetap harus memantau segala bentuk kegiatan dan keberadaan orang asing sebagai wujud pelaksanaan peraturan pemerintah," katanya.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.