Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, segera mengerjakan pemindahan pipa besar yang terkena proyek pembangunan "flyover" (jalan layang) di bilangan Jalan A yani Kota Banjarmasin.
"Pekerjaan pemindahan pipa besar diameter 800 mm sepanjang 780 meter mulai Senin depan (20/5)," kata Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Ir Muslih kepada wartawan di kantornya, Senin.
"Pekerjaan tersebut akan menelan waktu sekutar dua bulan dengan dana Rp14,9 miliar," katanya.
Terlaksananya proyek pemindahan pipa tersebut berkat adanya pertemuan antara pihak PDAM dengan Gubernur Kalsel, Rudy Arifin dan Pemprop Kalsel bersedia mendanai pemindahan pipa terkena flyove," tuturnya.
Sebab bila pipa tersebut tak dipindah kemudian terkena proyek flyover lalu bocor maka 40 ribu pelanggan PDAM tak bakalan memperoleh air bersih.
Tadinya PDAM Bandarmasih, bingung dengan belum adanya kejelasan dan jaminan dari pelaksanaan proyek flyover tentang keberdaaan pipa primer jaringan air bersih itu.
Padahal pipa besar tersebut memberikan layanan air bersih wilayah kawasan Banjarmasin Selatan dan Timur, seperti Kelayanan, Rumah Sakit Ulin, Duta Mall, Rumah Sakit Sari Mulya, serta sejumlah hotel.
Tidak ada kesepakatan pihak pengelola proyek flyover dengan PDAM atas pemindahan pipa tersebut, karena menelan dana besar.
"Kami sudah berupaya menghubungi pengelola proyek, namun belum ada titik terang bantuan pemindahan pipa PDAM yang jaraknya 17 cm dari tiang flyover itu," kata Muslih.
Kemudian masalah itupun disampaikan kepada Gubernur Kalsel untuk meminta bantuan dengan pemindahan pipa tersebut,dan alhamdulillah gubernur memberikan respon positif dengan mendanai pemindahan itu dengan menggunakan anggaran APBD perubahan tahun 2013 ini, demikian muslih.
Dana Rp14,9 miliar dari APBD Perubahan tersebut nantinya akan menjadi dana penyertaan modal Pemprop Kalsel ke PDAM Bandarmasih, demikian Muslih.
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.