Permintaan itu terkait dengan masih banyak anggota DPRD Kalsel yang kurang mematuhi Tata Tertib (Tatib) dan Kode Etik dewan, seperti disiplin terhadap waktu menghadiri rapat paripurna, Sabtu (5/2).
Sebagai contoh, jadwal rapat paripurna sebelumnya pukul 09.00 Wita, tapi untuk menghindari keterlambatan diubah menjadi pukul 10.00 Wita, namun masih banyak yang datang terlambat dan terkadang persidangan tertunda sampai setengah jam.
Sementara Badan Kehormatan (BK) yang bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Tatib dan Kode Etik serta penindakan nya, masih lemah atau kurang gereget.
Oleh sebab itu, melalui tugas dan fungsi BK, untuk ke depan, Ketua DPRD Kalsel dari Partai Golkar tersebut tak ingin melihat masih ada anggotanya yang tidak disiplin, seperti terlambat menghadiri rapat paripurna.
Begitu pula dalam berpakaian, mulai 7 Februari 2011, semua anggota dewan mematuhi ketentuan sebagaimana Tatib dan Kode Etik DPRD Kalsel, seperti hari-hari kerja biasa menggunakan pakaian sipil harian (PSH), kecuali Jumat.
"Untuk itu Ketua BK harus memberi contoh, jangan misalnya justru Ketua BK terlambat menghadiri rapat paripurna," lanjut mantan Kasrem 102/Pajupanjung Kalteng tersebut sambil berkelakar.
Sesuai Tatib, pada hari Jumat, semua anggota DPRD Kalsel boleh pakai busana muslim, namun dianjurkan agar memakai baju "sasirangan" (batik khas daerah Banjar Kalsel) atau pakaian batik lainnya, demikian Nasib Alamsyah.
Terpisah, Ketua BK DPRD Kalsel, Habib Ali Khaidir Al Kaff dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyambut positif saran atau keinginan ketua dewan tersebut berkenaan dengan penegakan Tatib dan Kode Etik dewan.
"Sebagai tindak lanjut untuk meningkatkan kinerja BK DPRD Kalsel yang beranggotakan lima orang, kami bermaksud studi banding ke DPRD Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), 7 - 9 Februari 2011," lanjutnya.
"Diharapkan dari studi banding ke 'serambi Mekkah' Indonesia, yang satu-satunya provinsi di tanah air kita yang menerapkan syariat Islam itu, bisa banyak belajar, yang pada gilirannya dapat pula dilaksanakan di Kalsel," demikian Habib Ali.(SHN*C)
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.