Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, segera membangun pos Angkatan Laut di Kecamatan Pulau Sembilan, sekitar 84 mil sebelah selatan Pulau Laut untuk menjaga keamanan di perairan daerah setempat.
Anggota Komisi I DPRD Kotabaru Zulkipli di Kotabaru, Minggu, mengatakan, dengan dibangunnya pos AL tersebut diharapkan bisa mengurangi terjadinya penangkapan ikan dengan cara ilegal.
"Selama ini, di perairan Kotabaru bagian selatan sering terjadi penangkapan ikan dengan menggunakan bom molotov," ujarnya.
Masyarakat menduga, aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan bom molotov tersebut dilakukan oleh nelayan luar Kotabaru.
Mereka melakukan aksinya dengan main "kucing-kucingan" dengan petugas. Apabila terlihat ada petugas, mereka menangkap ikan dengan cara wajar.
Sebaliknya, apabila petugas lengah, mereka kembali melakukan kasinya menangkap ikan dengan cara meledakkan bom molotov yang dapat membunuh semua jenis ikan besar dan kecil.
Nelayan tersebut menangkap ikan menghindar dari pengawasan petugas dan nelayan lokal.
Diharapkan, dengan adanya pos penjagaan tersebut, akan menambah keamanan perairan Pulau Sembilan yang menjadi daerah perbatasan Kotabaru, Kalsel, dengan wilayah Jawa Timur.
"Mudah-mudahan dengan adanya pos ini, akan bisa meminimalisasi para oknum yang tidak bertanggung jawab," harap dia.
Karena, lanjut dia, dampak dari ledakan bom molotov tersebut dapat merusak ekosistem di laut dan terumbuh karang.
Sementara itu, Kecamatan Pulau Sembilan memiliki luas wilayah 4,76 km2 dengan Ibu Kota Marabatuan. Secara geografis terletak 116 derajat 60` 54"--116 derajat 19` 30" BT dan 3 derajat 37` 00"--4 derajat 95` 50" LS, dan terdapat lima desa, yakni Desa Labuan Barat, Desa Teluk Sungai, Desa Maradapan, Desa Tengah, dan Desa Tanjung Nyiur.
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.