Batulicin, (Antaranews Kalsel) - Siswa kelas III SMKN 2 Simpang Empat, Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Senin (15/4), diminta tetap masuk ke sekolah seperti biasa, meski pelaksanaan UN dibatalkan karena sesuatu hal.
Kepala Sekolah SMKN 2 Simpang Empat, Batulicin, Ribut Giyono, MM, di Batulicin, Minggu, mengatakan siswa-siswa kelas tiga tetap masuk sekolah seperti biasa, meski ada pemberitahuan UN ditunda.
"Di sekolah nanti siswa-siswa akan kita beri pencerahan, kenapa UN ditunda, agar masyarakat tidak berspekulasi yang bukan-bukan," ujar Giyono.
Ia mengemukakan, mengetahui penundaan pelaksanaan UN pada Sabtu, (13/4) sekitar pukul 22.00 Wita, melalui pesan singkat dari temannya.
Karena, ujar dia, ada kendala teknis dalam percetakan soal Ujian Nasional SMA/MA/SMAL/SMK/ dan Paket C Mapel.
"Untuk itu, pelaksanaan UN SMA sederajat untuk hari Senin dan Selasa (15/4 dan 16/4), Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditunda hingga Jumat (19/4) dan Senin (22/4)," jelasnya.
Sedangkan jadwal pelajaran untuk Hari Rabu (17/4 dan 18/4) tetap akan dilaksanakan seperti jadwal.
Giyono berharap, dengan penundaan UN tersebut, siswa, orangtua/ wali dan semua pihak menyadari, karena diluar keinginan.
Masyarakat tidak perlu khawatir soal UN akan bocor, karena pendistribusian soal UN melibatkan pihak kepolisian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara itu, pesan singkat atau Short Message Service (SMS) yang diterima Kepala SMKN 2 Simpang Empat, Batulicin dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Khairil Anwar Notodiputro berisi.
Karena kendala teknis di percetakan dan setelah dikoordinasikan dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Dinas Pendidikan provinsi Kalimantan Selatan.
Maka Ujian Nasional SMA/MA/SMAL/SMK/Paket C Mapel Hari Senin (15/4) dilaksanakan Hari Jumat (19/4) dan jam pelaksanaan tidak berubah.
Sedangkan untuk mapel Hari Rabu dan Kamis tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.