Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Badan Pusat Statistik (BPS)Kalimantan Selatan mengungkapkan, Nilai Tukar Petani (NTP) di provinsi tersebut Maret 2013, tercatat 106,23 atau turun 0,56 persen bila dibandingkan dengan Februari 2013 mencapai 106,83.

Turunnya NTP tersebut karena indeks harga yang diterima petani (It) mengalami penurunan 0,07 persen, ditambah dengan naiknya indeks harga yang dibayar petani (Ib) 0,50 persen, ungkap Kepala Bidang Produksi Statistik BPS Kalsel Zulkifli, Senin.

NTP yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani merupakan salah satu indikator relatif tingkat kesejahteraan petani.

Jika dilihat masing-masing subsektor, empat sub sektor mengalami penurunan NTP dan satu sub sektor mengalami kenaikan NTP, lanjutnya dalam jumpa pers di Kantor BPS Kalsel, Jalan KS Tubun (Pekauman) Banjarmasin).

Subsektor yang mengalami penurunan NTP, yaitu tanaman pangan turun 0,53 persen, holtikultura 0,85 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,83 persen dan peternakan turun 0,55 persen, yang naik subsektor perikanan 0,58 persen.

Pada Maret 2013, Indeks Harga yang diterima Petani (It) turun sebesar 0,07 persen dibandingkan Februari 2013, yaitu dari 148,3 menjadi 148,21, lanuutnya mewakili Kepala BPS Kalsel Iskandar Zulkarnain.

Penurunan itu sepenuhnya didukung oleh turunnya harga gabah, ketela pohon, cabe merah, kangkung, duku, rambutan, kelapa belum dikupas, karet, kerbau, ayam, dan ikan patin.

Melalui Indeks Harga yang dibayar Petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

Sementara indeks harga yang dibayar petani bulan Maret 2013 naik 0,50 persen yaitu dari 138,84 di bulan Februari 2013 menjadi 139,53.

Kenaikan tersebut disebabkan naiknya harga sub kelompok bahan makanan 0,94 persen, sub kelompok makanan jadi naik sebesar 0,10 persen.

Kemudian sub kelompok perumahan naik 0,14 persen, sub kelompok kesehatan naik 0,55 persen, sub kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,35 persen dan harga sub kelompok transportasi dan komunikasi naik 0,21 persen.

Namun dilihat dari biaya produksi dan penambahan barang modal pertanian, pada bulan Maret 2013 terjadi kenaikan indeks sebesar 0,11 persen dibandingkan kondisi bulan Februari 2013.

Kenaikan terseut disebabkan harga bibit naik 0,17 persen, obat-obatan dan pupuk naik 0,22 persen, sewa lahan, pajak dan lainnya naik 0,06 persen, penambahan barang modal naik 0,02 persen, dan upah buruh tani naik 0,01 persen, demikian Zulkifli. 


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026