Oleh: Ulul Maskuriah

Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Kuota bahan bakar minyak jenis premium di Kalimantan Selatan naik 3,3 persen, lebih kecil dari kenaikan yang diharapkan pemerintah provinsi setempat yaitu 7 persen.

Sekretaris Pemerintah Provinsi Kalsel Arsyadi di Banjarmasin, Senin, mengatakan kenaikan kuota premium tersebut memang masih jauh dari keinginan, tetapi diharapkan bisa mengurangi antrean panjang di SPBU yang hingga kini masih terjadi.

"Kuota BBM premium 2012 sebesar 557.333 kiloliter, dan untuk kuota 2013 naik 3,3 persen dari kuota 2012 tersebut," katanya.

Realisasi BBM bersubsidi 2012 yaitu, khusus premium sebesar 557.333 kiloliter, karosine sebanyak 90.996 kiloliter dan solar 291.935 kiloliter.

Menurut Arsyadi, dengan kenaikan tersebut, diharapkan antrean di SPBU bisa berkurang atau tidak terjadi lagi.

Namun kenyataannya, kata dia, hingga kini antrean masih terus berlangsung, sehingga pihaknya akan melakukan pengecekan apakah penyaluran dari Pertamina tetap sesuai dengan kuota 2012 atau ada penambahan.

"Seharusnya dengan adanya keputusan pemerintah bahwa premium Kalsel naik 3,3 persen, maka pendistribusian ke SPBU per harinya juga naik, sehingga antrean tidak terjadi lagi," katanya.

Kendati kenaikan tersebut belum sesuai dengan yang di harapkan, tetapi seharusnya, jumlah tersebut bisa mengurangi antrean.

Sebelumnya, Senior Sales Eksekutif PT Pertamina Wilayah Kalimantan Hari Prasetyo usai rapat dengan Gubernur Kalsel dan pejabat terkait lainnya, mengatakan, sebelum ada pengumuman tentang adanya kenaikan kuota premium untuk Kalsel, pihaknya menggunakan kuota 2012 untuk penyaluran 2013.

"Berdasarkan kuota 2012 penyaluran per hari khusus premium premium sebesar 1.570 kiloliter per hari," katanya.

Sedangkan total kebutuhan premium seluruh Kalsel pada 2013, rata-rata adalah 1.650 kiloliter per hari, sehingga terjadi kekurangan atau selisih antara pendistribusian dan kebutuhan per harinya.

Kondisi tersebut, memicu antrean hampir di seluruh SPBU di Kalsel dalam beberapa pekan terakhir.

Gubernur Kalsel Rudy Ariffin mengatakan, jumlah kendaraan bermotor di Kalsel yang semakin meningkat, di mana setiap tahunpeningkatan jumlah kendaraan bermotor hingga 15-20 persen.

Dalam beberapa pekan terakhir ini, kelangkaan BBM bersubsidi di Kalsel kembali terjadi, khususnya premium, sedangkan solar telah lama terjadi.


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026