Oleh: Fathurahman



Barabai, (Antaranews Kalsel) - Sebanyak 62 warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, dengan berbagai profesi mengikuti sekolah panjat tebing Merah Putih sebagai upaya membantu warga yang terkena bencana.

Ketua Vertikal Rescue Indonesia Tedy Setiana di Barabai, Kamis mengatakan bahwa di Indonesia masih memerlukan pemanjat yang andal guna mengevakuasi korban kecelakaan yang terperosok atau terjebak di lubang atau jurang tebing yang tinggi.

"Vertical rescue merupakan suatu bentuk operasi atau kerja bagian dari SAR," katanya.

Sekolah panjat tebing Merah Putih 2013 dan Vertical rescue Indonesia merupakan sekolah panjat terbesar di Indonesia. Sekolah tersebut sudah mencetak 1.000 orang pemanjat tebing.

Pada wilayah Kalsel khususnya kabupaten Hulu Sungai Tengah, sekolah panjat tebing dan vertical rescue juga akan dilaksanakan. Pelatihan pertama panjat tebing dilaksanakan di Tebing Batu Hayam Pasting, Kecamatan Hantakan, Kabupaten HST.

Penanggung jawab Merah Putih Fajeri mengungkapkan bahwa sekolah panjat tebing Merah Putih dan vertical rescue Kalsel diikuti sebanyak 62 orang yang terdiri atas militer, pegawai negeri sipil, mahasiswa, dan pelajar.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mendatangkan instruktur dari Vertical Rescue Bandung sebanyak tujuh orang. Mereka akan melatih para pemanjat tebing dan cara mengevakuasi korban.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan HST M. Yusuf mengatakan bahwa olahraga panjat tebing adalah olahraga yang sangat ekstrem dan hanya para pencinta alam yang biasanya menjadi pemanjat tebing.

"Olahraga ini sangat menantang dan mengasah adrenalin kita. Jadi, tidak sembarang orang bisa melakukannya," katanya.

Dia berharap seluruh peserta lebih memperhatikan keselamatan sehingga para pemanjat tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya, cedera atau luka-luka.

"Panjat tebing adalah olahraga berisiko sehingga harus diperhatikan segala peralatannya guna keselamatan pemanjat," katanya.

Selain itu, diharapkan melalui pelatihan vertical rescue ini para pemanjat dapat menjadi personrl yang siap diturunkan ke lapangan pada saat terjadi kecelakaan, menolong sesama, dan menjadikan ilmu serta pengalaman yang didapatkan untuk kepentingan orang banyak.

"Para peserta saya harapkan nantinya mampu mengamalkan ilmunya dengan selalu berusaha menolong sesama yang terkena musibah," katanya.

Kabupaten HST, Hulu Sungai Tengah dan beberapa daerah lainnya di Kalsel, sebagian merupakan daerah pegunungan dengan jurang yanga cukup curam sehingga harus diwaspadai berbagai kemungkinan yang terjadi terhadap kondisi geografis tersebut.





: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026