Barabai, (Antaranews Kalsel) - Ketua Dewan Pengawas Bank Syariah Kalimantan Selatan Kamrani Buseri mengatakan keberadaan bank syariah menjadi alternatif bagi masyarakat yang belum sejalan dengan bank konvensional untuk menabung.
"Dengan adanya bank syariah ini, saya harap masyarakat tidak lagi menyimpan uangnya di bawah bantal," katanya.
Kepala Cabang Bank Syariah Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Darmadiansyah, selaku ketua panitia mengatakan bahwa sosialisasi itu bertujuan mengenalkan Bank Syariah dari aspek hukum kepada masyarakat.
Sosialisasi itu diikuti sebanyak 165 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, ulama, pengurus MUI, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, katanya.
Bank Kalsel Syariah di provinsi itu memiliki dua cabang, yaitu di Banjarmasin dan di Kandangan.
"Untuk wilayah Kandangan, Bank Kalsel Syariah mencakup se Banua Enam dan akan membangun kedai-kedai syariah di setiap kabupaten," katanya.
Bupati HST Harun Nurasid mengatakan, dengan adanya bank syariah, masyarakat punya kesempatan untuk menabung di bank yang menerapkan konsep muamalah yang menawarkan konsep kebersamaan dalam profit dan risk secara adil dan transparan.
"Bank syariah lebih memperhatikan akan halal dan haram suatu usaha sehingga nasabah terhindar dari praktik sistem riba," katanya.
Selain itu, Harun mnegharapkan para pihak terkait lebih agresif dalam mengampanyekan kelebihan dan keunggulan sistem perbankan syariah.
Hal tersebut, menurut dia, sangat penting dilakukan untuk meningkatkan aset dan memperlebar pasar, juga menyadarkan masyarakat bahwa sesungguhnya sistem operasional yang dianut oleh perbankan syariah sesuai dengan nilai-nilai Islam.
"Saya berharap para peserta sosialisasi kali ini juga menjadi peyambung lidah bank kalsel syariah kepada masyarakat agar mereka tidak ragu lagi untuk menyimpan uangnya di bank," katanya.
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.