Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Ariffin menyatakan, peternakan di provinsinya menunjukan kemajuan yang cukup signifikan, terutama dari aspek populasi dan produksi.
Pernyataan itu dalam pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2012, yang disampaikan pada rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin wakil ketuanya H Riswandi, di Banjarmasin, Selasa.
Ia mengatakan, seluruh komoditas populasi ternak di Kalsel mengalami pertumbuhan positif pada tahun 2012 dibandingkan dengan 2011.
Sebagai contoh ternak sapi mengalami pertumbuhan 8,18 persen, yaitu dari 138.691 ekor di tahun 2011 menjadi 150.031 ekor pada 2012, ungkap Gubernur Kalsel dua periode itu.
Contoh lain, ternak sapi perah berada di level yang sangat fantastis, dengan pertumbuhan sebesar 77,27 persen, yaitu dari 110 ekor menjadi 195 ekor.
Begitu pula ternak kerbau mengalami pertumbuhan sebesar 5,32 persen, kambing 7,71 persen, domba 3,14 persen, ayam bukan ras (buras) 20,40 persen, ayam petelur 6,04 persen, dan itik juga mengalami pertumbuhan 5,77 persen.
Sama halnya produksi daging, telur dan susu, meningkat cukup tinggi. Produksi daging dari semua jenis ternak, kenaikannya mencapai 8,18 persen, yaitu dari 58.623.530 ekor pada 2011 menjadi 63.417.187 ekor di tahun 2012.
Kemudian produksi telur Kalsel 2012 meningkat sebesar 6,37 persen, dan produksi susu mengalami pertumbuhan yang paling tinggi, yaitu sebesar 59,75 persen.
Ikan
Dalam LKPj 2012 tersebut, Gubernur Kalsel juga mengungkapkan, pembangunan bidang perikanan, yang keberhasilannya ditunjukkan oleh peningkatan hasil perikanan dari produksi budidaya.
Produksi budidaya perikanan Kalsel 2012 mencapai 90.183 ton atau meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2011 yang hanya 78.749 ton, ungkapnya dalam rapat paripurna dewan tersebut.
Begitu pula penyerapan tenaga kerja nelayan dan pembudidaya juga bertambah besar, yaitu dari 116.890 orang tenaga kerja menjadi 121.538 orang tenaga kerja, lanjutnya.
Sementara volume perdagangan hasil perikanan Kalsel antar pulau meningkat sangat tinggi, yaitu dari 1,8 juta ton tahun 2011 menjadi 2,4 juta ton pada 2012.
Peningkatan produksi budidaya, penyerapan tenaga kerja dan volume perdangan antar pulau, berbanding lurus dengan meningkatnya konsumsi masyarakat Kalsel terhadap komoditi ikan sebesar 44,70Kg/kapita per tahun.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.