Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Ariffin mengungkapkan bahwa secara umum provinsinya pada 2012 berhasil meningkatkan produksi tanaman pangan, kecuali kedelai dan ubi jalar.
Gubernur mengungkapkan itu dalam pidato pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2012, pada rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin wakil ketuanya H Riswandi di Banjarmasin, Selasa.
Ia menerangkan, pada 2012 produksi padi mengalami kenaikan 2,35 persen dibandingkan dengan tahun 2011, yaitu dari 2,038 juta ton menjadi 2,086 juta ton.
"Keberhasilan meningkatkan produksi padi tersebut, menempatkan Kalsel dalam sepuluh besar provinsi penyangga beras nasional," ungkap gubernur dua periode itu.
Produksi jagung mengalami kenaikan 12,31 persen, yaitu dari 99,779 ton pada 2011 menjadi 112,065 ton di tahun 2012. Kemudian kacang tanah naik 1,59 persen, kacang hijau naik 8,90 persen, dan ubi kayu naik 4,09 persen.
"Sejalan dengan peningkatan produksi pertanian tersebut, sepanjang tahun 2012, nilai tukar petani (NTP) juga mengalami kenaikan 0,79 persen dibandingkan 2011," ungkapnya.
"Kenaikan NTP tersebut mencerminkan peningkatan kemampuan daya beli para petani dan peningkatan kesejahteraan mereka," lanjut mantan Bupati Banjar, Kalsel itu.
Pencapaian keberhasilan bidang pertanian tersebut, menurut dia, menjadi satu kepastian, yaitu semua pemangku kepentingan di dunia pertanian, mampu memerankan peran serta fungsinya masing-masing.
"Kemampuan memerankan peran dan fungsi tersebut, termasuk kometmen dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Oleh karenanya Gubernur Kalsel mendapat penghargaan dari Menteri Pertanian Republik Indonesia," demikian Rudy Ariffin.
Rapat paripurna DPRD Kalsel yang juga dihadiri dua wakil ketua dewan tersebut masing-masing Muhammad Iqbal Yudianoor dan Fathurrahman, berlangsung hingga pukul 16.30 Wita.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel Iskandar Zulkarnain menerangkan, naiknya NTP disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) serta indeks yang dibayar petani (Ib) juga naik.
Sementara anggota DPRD Kalsel H Hasmy Fadillah Akbar yang alumnus Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) di Banjarbaru itu, berpendapat, kalau NTP masih di bawah 125, maka petani belum bisa terbilang sejahtera.
Sedangkan NTP Kalsel pada Februari 2013, BPS provinsi setempat mencatat, baru mencapai 106,83 atau naik 0,35 persen dibandingkan dengan Januari 2013.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.