Oleh Imam Hanafi

Kotabaru, (Antaranerws Kalsel) - Pemkab Kotabaru, Kalimantan Selatan, meminta PT Pertamina setempat untuk menambah kuota BBM, mengingat beberapa bulan terakhir terjadi antrean panjang di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di wilayah "Bumi Saijaan" Kotabaru.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Setda Kotabaru H. Hasbi M Tawab, di Kotabaru, Jumat mengatakan, pihaknya meminta PT Pertamina agar segera menambah kuota BBM.

"Salah satu faktor penyebab naiknya harga premium di tingkat pengecer, karena pedagang harus mengantre BBM cukup lama di SPBU," katanya.

Terjadinya antrean panjang di SPBU diduga kuota BBM untuk SPBU masih menggunakan kuota data 2012. Sementara jumlah kendaraan roda dua dan roda empat dari waktu ke waktu terus bertambah, sehingga kebutuhan akan BBM terus melonjak, sementara kuota BBM yang disalurkan PT Perrtamina masih tetap.

"Hal itu menyebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan BBM yang didistribusikan," jelasnya.

Salah satu jalan keluarnya, menurut mantan Kepala Dinas Kehutanan itu adalah menambah kuota jumlah BBM dari Depot Pertamina.

Selain penambahan kuota, Hasbi juga meminta kepada penegak hukum di Kotabaru, agar meningkatkan pengawasannya terhadap pendistribusian BBM dari Depot Pertamina ke SPBU.

"Jangan sampai BBM bersubsidi yang diperuntukkan bagi rakyat, di disalurkan ke Industri," ujarnya.

Kasihan masyarakat, mereka menerima imbasnya harga BBM jadi naik, terutama di tingkat pengecer. Padahal harga BBM di SPBU masih tetap normal, akan tetapi kenapa harga BBM yang dijual para pengecer naik.

Hasbi menduga mungkin ada permainan di lapangan, sehingga harga BBM tidak tekontrol lagi.

Kepala Depot PT Pertamina Kotabaru hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait keinginan Pemkab Kotabaru untuk menambah kuota BBM.


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026