Martapura, (Antaranews.Kalsel)- Dinas Perumahan dan Perkumiman (Disperkim) Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, berencana memperluas pemanfaatan tenaga listrik untuk masyarakat yang berasal dari tumpukan sampah.
Hal tersebut akan dilakukan setelah Disperkim meberhasil mengubah tumpukan sampah menjadi gas metan yang bisa dimanfaatkan masyarakat, kata Kepala Disperkim Banjar Boyke W Triestiyanto kepada ANTARA, Senin.
Menurutnya, pemanfaatan listrik dari gas metan sampah tersebut sekarang hanya terbatas untuk beberapa lampu di tiang penerangan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Padang Panjang Kecamatan Karang Intan, serta untuk lampu penerangan tempat berteduh petugas TPA tersebut.
Pemanfaatan gas metan dari sampah tersebut juga pernah dipertontonkan saat peringatan hari ulang tahun ke-1 Disperkim yang berlangsung di TPA itu.
Menurut Boyke W Triestiyanto TPA kian dibenahi akhirnya berhasil mnenghasilan gas metan (CH4) menjadi energi listrik yang dapat digunakan untuk memasak.
Menurutnya, ke depan pemanfaatan listrik ini akan diperluas, dengan caranya jumlah sampah di lokasi TPA juga harus ditambah, sekarang hanya sekitar 150 meterkubik saja per hari, seharusnya sedikitnya 700 meterkubik.
Oleh karena itu, ia menyarankan sampah yang ada di Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin dibuang saja di TPA miliknya, dan nanti dikelola untuk kepentingan tersebut.
Apalagi TPA Padang Panjang ini begitu luas, yakni 16 hektare dan berpotensi diperluas lagi menjadi 30 hektare.
Dengan kian banyaknya sampah, maka pengelolaan sampah kian berarti selain untuk gas metan juga bisa dipilah untuk menjadi barang beharga, umpamanya saja dibuat pupuk organik.
Sekarang ini harga pupuk mahal, dengan diproduksi pupuk organik maka pupuk tersebut bisa dijual lagi untuk menambah ekonomi keluarga, katanya.
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.