Banjarmasin, (Antaranews Kalsel)- Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, meminta tambahan kouta gas elpiji kepada Pertamina untuk kebutuhan masyarakat setempat.
"Sekarang masyarakat Banjarmasin kesulitan memperoleh gas elpiji 3 Kg, agar kesulitan tak berkepanjangan maka Pemkot meminta kouta jatah gas elpiji ditambah," ujar Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Banjarmasin Drs H Muhammad Amin kepada wartawan, di balaikota Banjarmasin, Jumat.
"Senin tadi kita sudah melayangkan surat permohonan kepada PT Pertamina untuk minta tambahan kouta gas 3 Kg elpiji di daerah kita," katanya.
Menurut Amin, permintaan tambahan kouta gas elpiji 3 Kg yang diharapkan di setiap kecamatan, menyusul sulitnya masyarakat mencari gas elpiji 3 kg hampir di semua titik wilayah ini.
"Kita juga minta penjelasan kepada PT Pertamina kenapa sampai terjadi kelangkaan bakan bakar gas tersebut," tuturnya.
Dikatakan Amin, walaupun PT Pertamina menjelaskan sudah melakukan penambahan di sejumlah titik pangkalan, di antaranya di wilayah jalan Sutoyo dan Kuripan, tapi di lapangan masih dilaporkan ada kelangkaan, berarti penambahan tersebut tak merata.
Sementara itu, Sales Referentatif Elpiji PT Pertamina Banjarmasin Adi Bagus Haqi mengatakan, bahwa distribusi elpiji 3 Kg untuk Kota Banjarmasin berlangsung normal-normal saja. Tiap hari distribusi elpiji 3 Kg yang disalurkan sekitar 60 ton.
Pihaknya pun memberikan tambahan distribusi gas elpiji pada beberapa agen penyalur, yakni di Kuripan, Kampung Malayu, Teluk Dalam, Jalan Veteran, dengan jumlah sebanyak 5-10 truk per hari.
"Penambahan jatah elpiji ini kami lakukan untuk mengantisipasi kelangkaan," paparnya.
Namun demikian, pihaknya pun tidak menampik terjadi kelangkaan elpiji ini masih terjadi, terlebih setelah adanya isu kenaikkan harga gas elpiji 12 Kg, padahal kenaikan tersebut tidak terjadi.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.