Oleh Imam Hanafi

Kotabaru, 16/3 (Antara Kalsel) - Bangunan SDN Bekambit di Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, kondisinya sangat memprihatinkan.

Anggota Komisi I DPRD Kotabaru H Genta Husen, Jumat, mengatakan, bangunan SDN Bekambit kondisinya kini tidak layak untuk dijadikan tempat belajar dan mengajar.

Sebagian atap bocor, sebagian dinding mulai hancur dimakan usia, dan sebagian lantainya rusak.

Genta Kusan menjelaskan, meja belajar dan kursi banyak yang rusak, alat peraga juga banyak yang hilang, dan cat dinding bangunan juga mengelupas.

Ia mengkhawatirkan, kondisi tersebut dapat mempengaruhi proses belajar mengajar, di mana anak didiknya tidak dapat berkonsentrasi.

Menurut kader Partai Amanat Nasional itu, untuk mendapatkan hasil atau mutu pendidikan yang berkualitas, salah satunya harus didukung oleh sarana dan prasarana yang baik dan suasana nyaman.

"Mulai dari bangunan, meja belajar dan perlengkapan alat peraga," ujarnya.

Ia meminta kepada Dinas Pendidikan Kotabaru, agar mengalokasikan dana untuk perbaikan gedung sekolah tersebut.

Sebelumnya, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kotabaru Murdianto, menambahkan, pihaknya kini sedang mengenventarisasi gedung sekolah yang rusak.

"Target kami, semua bangunan yang rusak dapat direhab, namun karena dananya terbatas, jadi perlu skala prioritas," ujarnya.

Untuk mendapatkan mutu pendidikan yang baik, pihaknya kini juga melakukan perbaikan di semua sektor.

Diantaranya, perlengkapan sarana dan prasarana serta perbaikan kualitas guru.

Guru yang bertugas di pelosok bukanlah jadi alasan guru tidak profesional.

"Oleh karenanya, program peningkatan kualitas tenaga pendidik dippriorotaskan bagi guru yang mengajar di pelosok daerah," ujarnya.

Meskipun masih belum memiliki sarana dan parsarana yang cukup, seorang guru tetap dituntut bisa menyampaikan ilmu kepada anak didiknya dengan cara yang profesional.

Guru yang bertugas di perkotaan dan pedesaan tetap sama-sama dituntut semakin baik dalam menyampaikan ilmu kepada murid-muridnya.

Oleh karena itu, ujar Murdianto, diperlukan peningkatan kualitas guru melalui pendidikan, pelatihan dan bimbingan.

Beberapa program strategis untuk meningkatkan kualitas guru di pelosok, diantaranya, pelatihan pembelajaran dan pengajaran.

Rencana strategis yang yang lain, penataan lingkungan sekolah, peningkatan sarana dan prasarana penunjang pendidikan.

"Rasionalisasi guru dan mengintensifkan penerapan pendidikan karakter, serta program yang lainnya," ucapnya.

Apabila, kualitas guru sudah baik, lanjut Kepala Dinas, otomatis proses belajar mengajar di sekolah berjalan dengan lancar.

"Hal itu akan berdampak pada meningkatnya mutu pendidikan dan kualitas lulusan sekolah," tamba Murdianto.

Bagi guru yang berprestasi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan memberikan penghargaan berupa dengan dilanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

Murdianto berharap, guru bisa menjadi contoh yang baik untuk anak didiknya, sekaligus bisa mengubah prilaku buruk murid menjadi lebih baik.

Ia menegaskan, guru adalah pendidik dan pengajar yang menjadi contoh dan teladan bagi anak didik.

Sehingga bisa terbentuk satu arah dan tujuan dalam mewujudkan visi dan misi dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Kotabaru.


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026