Oleh: Yose Rizal 

Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Pembebasan lahan untuk pengembangan Bandar Udara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan difokuskan pada area yang direncanakan dibangun terminal penumpang bandara tersebut.

"Panitia memfokuskan pembebasan lahan pada area yang direncanakan dibangun terminal penumpang sehingga pengembangan bandara segera terealisasi," ujar Ketua Panitia Pengadaan Tanah Kota Banjarbaru Syahriani, Kamis.

Ia mengatakan, luasan area yang dibutuhkan untuk pembangunan terminal penumpang mencapai 40 hektare tetapi lahannya masih belum siap karena lahan yang dibebaskan tidak dalam satu hamparan namun terpisah-pisah.

Dijelaskan Syahriani yang juga menjabat Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru itu, luasan lahan yang berhasil dibebaskan mencapai 73 hektare dari rencana lahan yang akan dibebaskan seluas 92 hektare.

"Lahan yang dibebaskan sebanyak 73 hektare tidak berada dalam satu hamparan termasuk area yang disiapkan untuk pembangunan terminal penumpang seluas 40 hektare sehingga fokus kami menyiapkan lahan itu," ungkapnya.

Dikatakan, untuk mencapai satu hamparan sehingga bisa memenuhi luasan 40 hektare bagi pembangunan terminal masih dibutuhkan kurang lebih 10 hektare lagi sehingga disiapkan langkah agar pemilik mau melepas asetnya.

Disebutkan, ada tiga alasan yang membuat pemilik tanah tidak mau melepas asetnya yakni tidak setuju harga ganti rugi, tidak setuju harga taksiran bangunan dan alasan ketiga karena tumpang tindih kepemilikan.

"Panitia akan menyiapkan langkah-langkah untuk mencari solusi agar pemilik tanah yang belum mau melepas asetnya, bisa menerima harga disamping menyelesaikan tumpang tindih kepemilikan tanah," ujarnya.

Ditekankan, panitia sudah menyiapkan langkah berupa pendekatan langsung dengan mendatangi setiap pemilik tanah terutama yang berada di dalam satu hamparan untuk persiapan pembangunan terminal penumpang.

"Langkah pendekatan secara langsung yang melibatkan seluruh unsur panitia dibutuhkan agar pemilik tanah mau melepaskan asetnya sehingga rencana pembangunan bandara terwujud sesuai harapan," katanya.

Ditambahkan, pihaknya optimistis langkah yang ditempuh berhasil membebaskan luasan lahan yang diinginkan sehingga peletakan batu pertama yang rencananya dilakukan Presiden SBY terwujud pada Mei 2013.


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026