Amuntai, Kalsel, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan Selatan, mewaspadai adanya perubahan penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) untuk 2014.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Propinsi Kalimantan Selatan M Jasran, Rabu, mengatakan, dalam penyusunan RKPD 2014, pemerintah daerah diminta mewaspadai kemungkinan perubahan realisasi pembangunan.
"Jangankah tahun depan, besok pun kondisi di masyarakat bisa berubah" ujar Jasran.
Menurut dia, perubahan sosial, ekonomi dan budaya begitu cepat berlangsung sehingga muncul persoalan pembangunan yang tidak terencanakan.
Ia mencontohkan, kejadian pada 2012 di mana akibat cuaca ekstrem mengakibatkan permasalahan pertanian dan persoalan lainnya yang tidak di duga akan terjadi pada perencanaan pembangunan sebelumnya.
Jasran juga menyayangkan dalam perumusan RKPD 2014 di HSU sebagian rumusannya masih mengacu pada data terakhir 2011 sedangkan RKPD yang akan dirumuskan adalah untuk pembangunan tiga tahun mendatang.
"Perlu di tinjau kembali rumusan yang dibuat agar mampu memproyeksikan kebutuhan pembangunan di 2014" katanya.
Ia menyarankan pihak Bappeda selalu leading sektor dalam penyusunan RKPD 2014 agar meninjau sebagian rumusan termasuk data yang menjadi acuannya sehingga lebih valid.
Kepala Bappeda Propinsi Kalsel memaparkan mekanisme proses perencanaan yang dilalui untuk tingkat propinsi sebagai bahan perbandingan bagi penyusunan RKPD HSU.
Ia berharap Pemkab HSU juga mempertimbangkan isu strategis pembangunan di tingkat propinsi Kalsel karena diperkirakan turut mempengaruhi kebijakan pembangunan di daerah kabupaten/ kota di Kalsel.
Termasuk dalam penyusunan RKPD seperti, dampak global, pasar bebas ASEAN dan AFTA, kebijakan nasional, tarif dasar listrik (TDL), bahan bakar minyak (BBM), pemilu legeslatif dan presiden yang akan berlangsung di 2014 serta ketahanan pangan.
Secara internal juga perlu disikapi perkembangan indikator makro daerah, program pembangunan yang belum tuntas dilaksanakan oleh Pemprop Kalsel.
Isu terkait indeks pembangunan manusia (IPM), kemiskinan dan keterbatasan infrastuktur.
Pertumbuhan ekonomi Kalsel, kata Jasran saat ini coba dialihkan dari sektor pertambangan batu bara ke sektor pertanian dengan mendorong pembangunan bidang pertanian yang dinilai lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalsel.
Bupati HSU Drs H Abdul Wahid mengatakan salah satu isu strategis dibidang pertanian yakni pemanfaatan potensi rawa yang belum optimal dan belum berkembangnya industri pengolahan hasil-hasil produksi pertanian.
Pemda HSU juga berupaya meningkatkan makro ekonomi, kapasitas keuangan daerah, investasi dan akses permodalan bagi pelaku dunia usaha.
Maka prioritas pembangunan bidang ekonomi di HSU yakni pemanfaatan potensi lokal untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakatnya.
"Pemerintah daerah menargetkan 2014 pertumbuhan ekonomi mencapai 0,20 persen" Kata Wahid.
Pada RKPD 2014, pemda juga akan menanggulangi permasalahan di bidang sosial budaya diantaranya masih rendahnya IPM, angka harapan hidup, akses dan pelayanan kesehatan, dan masih tingginya angka dan kematian ibu dan bayi.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.