Oleh Rusmanadi

Barabai, Kalsel, (Antaranews Kalsel) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Sub Divre) Wilayah I Barabai yang berkedudukan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, hanya membagikan beras lokal untuk penyaluran raskin.


Kepala Seksi Pelayanan Publik, Perum Bulog Sub Sub Divre Wilayah I Barabai, Zainol Falah di Barabai, ibu kota Hulu Sungai Tengah (HST), Selasa, mengatakan, hal tersebut bisa dilakukan karena ketersediaan stok beras lokal sangat mencukupi.

"Karena itu, Perum Bulog khususnya Sub Divre Wilayah I Barabai, tidak memerlukan pasokan stok beras dari luar baik dari Perum Bulog provinsi maupun dari luar daerah, apalagi dari luar negeri," katanya.

Kemampuan Perum Bulog Sub Divre Wilayah I Barabai untuk hanya membagikan beras lokal untuk penyaluran raskin diakui karena keberhasilan serapan beras dari petani periode 2012 lalu.

Menurutnya, 2012 lalu serapan beras dari petani di wilayah Banua Anam yang terdiri dari enam kabupaten di Kalsel mampu terealisasi lebih dari 100 persen dari target yang telah ditetapkan.

"Periode 2012 realisasi serapan beras sebanyak 15.017 ton dari target sebanyak 13.000 ton sehingga ketersediaan stok kita mampu memenuhi kebutuhan raskin hingga April 2013," ujarnya.

Perum Bulog Sub Divre Wilayah I Barabai sendiri sejak awal 2013 telah melakukan kontrak kerja sama pengadaan beras dengan para mitra sebanyak 499 ton yang berasal dari gabah kering simpanan petani hasil panen kedua pada akhir 2012 lalu.

Ia menambahkan, memasuki Maret ini sudah ada petani di wilayah Banua Anam yang mulai melakukan panen pertama.

"Untuk itu, Perum Bulog Sub Divre Wilayah I Barabai sudah menyiapkan kontrak kerja sama pengadaan beras tahap II dengan para mitra sehingga ketersediaan stok terjaga dan berkelanjutan," tambahnya.

  Perum Bulog Sub Divre Wilayah I Barabai sendiri memberikan cap dan tulisan khusus pada karung kemasan raskin yang menjelaskan jenis dan asal beras, sehingga masyarakat tahu bahwa yang dibagikan adalah beras lokal.   


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026