Oleh Imam Hanafi
Kotabaru,  (Antaranews Kalsel) - Harga sebagian barang sembilan hahan pokok pada sejumlah pasar di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, beberapa pekan terkhir melonjak karena stok mulai menipis.

Seorang pedagang sembako di pasar harian Kotabaru, Jumat, mengatakan bahwa beberapa hari ini tidak ada kapal dari Surabaya yang datang sehingga stok barang mulai menipis.

"Akibatnya, harga barang melambung, terutama jenis sayur-mayur, seperti bawang putih dan bawang merah dari Rp30 ribu per kilogram naik menjadi Rp40 ribu/kg," katanya menjelaskan.

Kabarnya, lanjut Suparti, banyak kapal pengangkut sembako tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan tidak diizinkan berlayar karena gelombang tinggi.

Hal itu menyebabkan kedatangan kapal barang dari Pulau Jawa ke Pulau Kalimantan jadi terlambat, katanya.

Menurut Suparti, akibat melambungnya harga tersebut menyebabkan omzet penjualan turun drastis.

Biasanya dalam sehari, Suparti mampu menjual sekitar 50 kg bawang putih.

"Dengan keterlambatan pengiriman tersebut, kami hanya bisa menjual bawang putih sekitar 30 kg," ungkapnya.

Ia mengaku bahwa sebenarnya banyak konsumen dan pelanggan mengeluhkan dengan kenaikan harga barang.

"Habis bagaimana lagi, kami terpaksa melakukannya karena stok mulai menipis," ujarnya.

Ia berharap cuaca segera reda sehingga kapal kembali bisa berlayar dan distribusi barang sembako dari Pulau Jawa ke daerah tujuan bisa lancar.

"Apabila distribusi lancar, harga barang akan kembali normal," tuturnya.

Sementara itu, pihak Kantor Administrasi Pelabuhan Kotabaru hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait dengan kondisi cuaca dan pelayaran kapal barang antarpulau.





Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026