"Sementara NTP Kalsel Januari 2013 mengalami penurunan 0,51 persen dibandingkn Desember 2012 yang ketika itu mencapai 107,00," ungkap Kepala BPS provinsi setempat Iskandar Zulkarnain, di Banjarmasin, Senin.
Naiknya NTP Februari 2013 disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) mengalami kenaikan sebesar 0,72 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan hanya sebesar 0,36 persen.
Dilihat dari subsektornya, dua subsektor pertanian mengalami kenaikan NTP, yaitu subsektor tanaman pangan 0,67 persen dan subsektor perkebunan rakyat sebesar 0,60 persen.
Kemudian tiga subsektor mengalami penurunan NTP, yaitu subsektor hortikultura sebesar 0,05 persen, peternakan 0,31 persen dan subsektor perikanan sebesar 0,46 persen.
Hal lain yang turut mempengeruhi NTP, yaitu naiknya indeks harga konsumsi rumah tangga pedesaan sebesar 0,42 persen, menunjukan terjasinya inflasi di pedesaan akibat naiknya indeks pada subkelompok bahan makanan 0,58 persen.
Selain itu, akibat naiknya indeks subkelompok perumahan sebesar 0,52 persen, subkelompok sandang 0,24 persen, subkelompok kesehatan 0,50 persen, dan subkelompok transportasi dan komunikasi 0,21 persen. Kecuali subkelompok makanan jadi turun 0,08 persen.
Pada Februari 2013, secara nasional, Kalsel mengalami kenaikan NTP tertinggi, sebaliknya Provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat mengalami penurunan NTP tertinggi 0,81 persen.
Sementara pada Januari 2013, Provinsi Maluku Utara mengalami kenaikan NTP tertinggi sebesar 0,53 persen, sebaliknya Provinsi Lampung mengalami penurunan NTP tertinggi sebesar 1,00 persen.
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.