"Pembangunan dimulai Juni 2011 sehingga kebun rumput unggul untuk ternak yang ada di Balangan jumlahnya menjadi 314 hektare," ujarnya di Paringin, ibu kota Balangan, Jum'at.
Kebun rumput unggul itu terdiri atas 10 hektare Hamparan Makanan Ternak (HMT) dan 20 hektare untuk padang penggembalaan ternak.
Untuk HMT dibangun di Kecamatan Juai dan Halong sedang padang penggembalaan dibangun di Batu Mandi dan Awayan.
"Untuk HMT akan ditanami rumput jenis King Gross sedang untuk padang penggembalaan ditanami rumput jenis Stania, BD dan BH," katanya.
Kedua kebun rumput unggul tersebut dibangun di lahan milik masyarakat namun mulai dari pengerjaan, pengadaan bibit, pengolahan tanah hingga pemeliharaan dilakukan bersama dengan dinas PTPHPP setempat.
Pihaknya juga akan memberikan pinjaman ternak sapi kepada masyarakat pemilik lahan untuk di kelola.
"Pemilik lahan HMT dipinjami dua ekor sapi perhektare lahan sedang pemilik padang penggembalaan dipinjami satu ekor sapi perhektare lahan," tambahnya.
Sapi-sapi itu nantinya dikelola pemilik lahan dan bila sudah berkembang biak akan diambil kembali sedang hasilnya menjadi hak milik mereka, katanya.
Program pengembangan kebun rumput unggul sudah dilakuan pemerintah daerah setempat sejak 2006 untuk pemenuhan ketersediaan pakan ternak.
Secara keseluruhan, Kabupaten Balangan memiliki 33.000 hektare lahan potensial bagi pengembangan rumput unggul sebagai makanan ternak.
"Dari luasan 33.000 hektare tersebut bila ditanami rumput unggul sanggup memenuhi kebutuhan pakan untuk 45.000 ekor ternak sapi," demikian Tuhalus.(Adi/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.