Pembentukan Kawasan Integrasi Ternak dan Kebun yang telah di canangkan oleh pemerintah Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, sejak 2012 lalu, rencananya akan direalisasikan pada Juli mendatang, ujar Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Peternakan dan Perikanan (PTPHPP) setempat, Tuhalus.
     
Dikatakannya di Paringin, ibu kota Balangan, Minggu, rencananya akan dibentuk kawasan peternakan sapi yang di integrasikan dengan kebun kelapa sawit.

"Untuk mendukung rencana tersebut, akhir 2012 lalu telah dilakukan study banding ke Sumatra yang telah lebih dahulu berhasil melakukan pembentukan kawasan integrasi ternak dan kebun, dalam hal ini ternak sapi dan kebun kelapa sawit," katanya.

Pembentukan kawasan tersebut merupakan program dari pemerintah pusat yang sumber dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), bertujuan untuk peningkatan populasi ternak sapi serta peningkatan pendapatan masyarakat.

Pada pencanangan pelaksanaan program tersebut pada 2012 lalu, rencananya integrasi ternak dan kebun dilakukan di perkebunan karet dengan jenis ternak sapi.

Namun, ujarnya, setelah dilakukan pengkajian lebih jauh, kebun karet tidak memberikan kontribusi terhadap perkembang biakan ternak sapi selain sebagai tempat berlindung.

"Berbeda dengan kebun kelapa sawit dimana pelepah tanaman tersebut bisa di olah menjadi pakan ternak sehingga dalam hal ini saling mendukung atau berintegrasi satu sama lain," ujarnya.

Pelepah kelapa sawit saat ini hanya di buang oleh petani karena belum tahu bahwa bisa dimanfaatkan dan di olah menjadi pakan ternak.

Ia menambahkan, untuk mengolah pelepah kelapa sawit menjadi pakan ternak diperlukan mesin penghancur dan dedak serta urea sebagai bahan campuran.

"Karena itulah, sebelum dilakukan pembentukan kawasan tersebut, terlebih dahulu akan dilakukan pelatihan kepada petani untuk mengoperasikan mesin penghancur dan tekhik pengolahan pakan dari pelepah kelapa sawit," tambahnya.

Untuk tahap awal, akan disalurkan bantuan 30 ekor ternak sapi kepada satu kelompok tani di Desa Riwa yang merupakan areal perkebunan kelapa sawit.***

Pewarta: Nadi
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026