Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, mengimpor bawang putih kurang lebih 20 ton sebagai upaya menekan harga kebutuhan bumbu dapur itu d ipasaran yang melambung cukup tinggi.

Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Pemkot Baubau, La Ode Ali Hasan, di Baubau, Minggu mengatakan, setelah mengimpor 5 ton bawang putih beberapa hari lalu, kini tiba lagi kebutuhan dapur tersebut sebanyak 15 ton berdasarkan informasi dari distributor.

"Insya Allah, untuk mengatasi kelangkaan dan gejolak kenaikan harga bawang putih ini kita sudah lakukan upaya-upaya dengan melakukan komunikasi dengan distributor. Dan mungkin 24 Mei ini bawang putih akan masuk lagi," katanya.

Ali mengatakan harga bawang putih yang melonjak cukup tinggi karena stok langka tidak hanya terjadi di Baubau, tetapi secara nasional merasakan hal yang sama.

"Harapan kita dengan adanya bawang putih impor ini harga kebutuhan sudah bisa kembali normal," katanya.

Dia juga mengatakan, setelah berkomunikasi dengan distributor dan pihak Bulog kebutuhan bawang putih tersebut rencananya akan dijual pada pasar murah yang akan dibuka jelang Idul Fitri.

"Jadi kita berupaya bagaimana kebutuhan masyarakat itu tercukupi dan harga bisa stabil," katanya.

Ali yang juga Pjs Dirut PDAM Baubau ini mengatakan, bawang putih impor itu merupakan upaya bersama pihak distributor dengan tim pengendali inflasi daerah dalam rangka menstabilkan harga.

"Kalau untuk bawang merah sebelumnya juga sudah masuk sekitar 15 ton dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dan harga bawang merah sudah hampir stabil," katanya.
 

Pewarta: Abdul Azis Senong

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019