Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kota Banjarmasin Rusdiansyah di Banjarmasin, Sabtu mengatakan, penataan dimaksudkan agar terminal terlihat bagus, indah dan nyaman bagi para penumpang yang berada di terminal tersebut.
Selanjutnya, untuk saat ini Terminal Induk Kilometer 6 kondisinya dinilai sudah tidak layak disebut terminal antarprovinsi karena terlihat semrawut sehingga angkutan enggan masuk ke dalam terminal tersebut.
"Pada tahun 2011 Terminal Induk Kilometer 6 Banjarmasin kita benahi agar terminal antarprovinsi itu terlihat indah, rapi dan nyaman bagi para penumpang yang ingin berpergian dan para sopir angkutan merasa enak untuk singgah," ucapnya.
Lanjut Rusdi sapaan akrabnya, sebelum dilakukan penataan terhadap terminal tersebut maka ada beberapa lahan yang perlu dibebaskan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.
Lahan yang dibebaskan itu terdapat rumah pemukiman warga yang tinggal didekat terminal induk tersebut, sehingga Pemkot Banjarmasin harus melakukan pendataan dan pendekatan terlebih dahulu sebelum melakukan pembebasan lahan.
Menurut data yang ada pada dinas tata pemerintahan (Tapem) Banjarmasin ada sekitar 21 KK yang lahannya akan terkena pembebasan guna penataan Terminal Induk Kilometer 6 Banjarmasin.
"Ada sekitar 21 KK yang lahannya terkena pembebasan dalam program Pemkot Banjarmasin untuk melakukan penataan terhadap Terminal Induk Kilometer 6 Banjarmasin," terangnya.
Tapi, kata Rusdi, terkait pembebasan lahan milik warga sudah menjadi tanggung jawab pihak Tapem, pihaknya hanya sebagai pelaksana dalam melakukan penataan terminal, ungkapnya. (Gun/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011