Martapura (Antaranews, Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian berupaya meningkatkan kualitas terkait akses internet di lingkungan Perkantoran Pemerintah setempat. 
     
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Banjar Farid Soufian di Martapura, Kamis mengatakan, pihaknya sudah menambah bandwidth menjadi lebih besar dibanding sebelumnya. 
     
"Kami sudah menambah bandwidth yang sebelumnya 100 MBps menjadi 500 MBps sehingga akses internet bisa lebih meningkat terutama di sekitar lingkungan kantor pemkab," ujarnya. 
    
 Ia mengatakan, alat penguat sinyal internet itu dipasang pada tower pemancar Radio Swara Banjar, Martapura dan diharapkan semakin meningkatkan kelancaran akses internet kantor pemerintahan.
     
Disebutkan, pemasangan alat itu bisa melayani sejumlah dinas dan instansi seperti Dinas Perkim, Media Center, Dinas PUPR, Sekretariat Daerah hingga mencapai kantor Dinas Kesehatan.
   
  "Melalui penambahan penguat sinyal itu, akses internet diharapkan semakin cepat aksesnya, apalagi kawasan sekitarnya banyak instansi pemerintah yang tentu memerlukan sinyal lebih besar," ungkapnya. 
     
Ditekankan, peningkatan layanan internet itu juga merupakan upaya menuju Kabupaten Banjar menjadi smart city sehingga memberikan akses kemudahan internet bagi seluruh masyarakat.
    
 "Kami juga sudah merencanakan pemasangan wifi gratis di fasilitas umum seperti di Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura, namun tetap diawasi dengan cara memblokir situs-situs tak senonoh," ujarnya. 
     
Sementara, mengenai kawasan terpencil, juga diupayakan agar tidak ada lagi area blankspot terutama di kantor kecamatan dan puskesmas agar menunjang pekerjaan aparatur serta pelayanan kepada warga.
   
 "Kami sudah mengajukan permohonan bantuan ke pusat agar program internet desa, sekolah, dan puskesmas diberikan apalagi banyak kawasan jauh dari perkotaan belum terjangkau internet," katanya. Yose Rizal 
 

Pewarta: Yose Rizal

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2018