Paringin, (Antaranews Kalsel) - Peserta Lomba Burung memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan ke- 15, ramai-ramai turunkan burung dari gantangan sebagai aksi protes penilaian juri, Minggu (1/4).

Awalnya kegiatan yang dilangsungkan di Halaman Kantor Bupati Balangan tersebut berjalan aman dan lancar hingga 10 kelas.

Namun pada saat kelas ke 11 yaitu kelas Love Bird Balibu (usia bawah lima bulan) A Gepak, salah satu juri mulai dianggap tidak sportif, dengan tidak memberikan poin pada burung peserta yang rajin ngoceh panjang.

"Baru pertama kali sudah seperti ini, lain kali harus mikir lagi kalau ikut lomba," teriak Fauzi salah satu peserta.

Sementara itu ketua Pelaksana, H Anang bahkan sempat mengumumkan penundaan bahkan pembatalan kelas tersebut, namun lebih menambah protes peserta.

Peserta bahkan sempat memasuki arena untuk memberitahu juri bahwa burungnya sedang ngoceh atau berbunyi ngerol panjang, namun sang juri hanya manggut-manggut tanpa memberi poin pada burung peserta yang ngoceh tersebut.

Akhirnya puncak kekesalan peserta, para peserta mulai memasuki arena, dan satu persatu menurunkan burungnya dari gantangan, yang berjumpal 60 lebih peserta dalam kelas tersebut.

Sebagai solusi akhirnya kelas Lovebird Balibu A Gepak di ulang, dengan sistem dibagi menjadi dua sesi, yaitu sistem separo gantangan.

Selanjutnya, dewan juri dari Ronggolawe Nusantara kembali melaksanakan tugasnya di lapangan. Sementara itu saat kejadian, dilapangan hanya melibatkan keamanan dari anggota panitia, tanpa adanya aparat.




 

Pewarta: Roly Supriadi

Editor : Hasan Zainuddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2018