Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel meresmikan Taman Edukasi Banua dengan seremonial acara yang dihadiri oleh Ketua Umum Tim Penggerak PKK Dr Erni Guntarti Tjahjo Kumolo.

"Fasilitasnya akan terus kami tambah dan lengkapi, sehingga benar-benar jadi taman rekreasi bagi keluarga sekaligus belajar tentang banyak hal di taman itu," kata Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel Raudatul Jannah Sahbirin Noor di Banjarmasin, Minggu.

Dia mengatakan, taman yang dibangun di area bekas Taman PKK Provinsi Kalsel yang dulunya juga dikenal sebagai kebun binatang Taman Maskot Bekantan itu dilengkapi berbagai fasilitas sebagai wahana edukasi sekaligus bermain untuk anak seperti lokomotif kereta api, taman lalu lintas, rumah polisi sahabat anak yang dikelola Subdit Dikyasa Ditlantas Polda Kalsel, perpustakaan, dermaga air serta wahana permainan anak lainnya.

Istri Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor itu juga mengatakan pembangunan Taman Edukasi Banua berawal dari idenya bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel untuk membangun sebuah taman lalu lintas yang representatif di tengah kota.

Kemudian niat untuk menyediakan wahana bermain sambil belajar untuk anak tersebut diwujudkan dengan memanfaatkan lahan Taman PKK Provinsi Kalsel yang kondisinya cukup memprihatinkan.

Alhasil, Taman Edukasi Banua yang terintegrasi dengan sepuluh Program Pokok PKK tersebut kini bisa dinikmati masyarakat yang ingin mengajak anak-anaknya belajar banyak hal di dalamnya.

Sementara itu Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor di Banjarmasin, mengapresiasi terbangunnya taman yang terletak di samping Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin itu.

Apalagi dengan adanya kereta api yang bisa berjalan mengitari area taman, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin itu begitu antusias dan senang.

"Kebanyakan masyarakat Kalsel belum pernah naik kereta api, dan anak-anak kita selama ini hanya tahunya dari lagu, alhamdulilah sekarang Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel bisa mewujudkannya," ucapnya.

Pewarta: Gunawan Wibisono

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2018