Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Upacara penutupan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-100 Kodim 1007 Banjarmasin dimeriahkan dengan pameran Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Yang kami tampilkan kali ini hanya senjata-senjata ringan milik Kodim 1007 dan sebagian Batalyon terdekat Yonif 623," kata Dandim 1007 Banjarmasin Letkol Inf Wilson Napitupulu di Banjarmasin, Kamis.

Dia mengatakan, acara pameran itu bertempat di siring seberang Balaikota Banjarmasin Jalan RE Martadinata, beragam senjata hingga kendaraan tempur Panser Anoa ditampilkan.

Kehadiran kendaraan tempur itupun menarik perhatian Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina hingga mengajak Dandim dan para pejabat lainnya seperti Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Oky IZ Dipura, Danlanud Sjamsudin Noor Letkol Pnb Abdul Haris dan Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Anjar Wicaksana untuk naik Panser Anoa keliling kota.

Ditemui wartawan di sela pameran, Wilson mengaku bangga karena senjata yang ditampilkan sebagian besar produksi dalam negeri, yakni PT Pindad.

"Senjata buatan anak bangsa itupun sudah bisa mendukung atlet-atlet prajurit TNI berprestasi di ajang lomba menembak di level internasional," tutur Wilson.

Terus dikatakannya, selain pameran Alutsista, dalam rangkaian penutupan TMMD tersebut juga dilaksanakan bazaar dan cek kesehatan gratis serta donor darah.

Program TMMD di Sungai Gampa, Kelurahan Sungai Jingah, Kota Banjarmasin itu resmi ditutup, pada Kamis (26/10).

Seluruh pekerjaan pun telah rampung 100 persen, di antaranya jalan sepanjang 729 meter dengan lebar 2 meter, jembatan kecil sebanyak 19 buah dengan panjang dari dua meter hingga enam meter, empat jembatan besar sepanjang 25 hingga 30 meter dan enam rumah warga yang direhab dalam sasaran tambahan bedah rumah. 

Pewarta: Firman

Editor : Gunawan Wibisono


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2017