Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan memberikan atensi khusus untuk menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani sehingga petani mendapatkan nilai jual yang layak dan tidak merugikan.
"Soal kepastian harga ini menjadi perhatian kita agar petani tetap semangat melakukan penanaman jagung," kata dia di Banjarbaru, Rabu.
Pembahasan soal harga di tingkat petani itu menjadi salah satu bahan diskusi ketika Kapolda menyambangi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman di kantornya di Banjarbaru.
Kapolda menyebut pentingnya pengawasan serta dukungan dari berbagai pihak untuk menciptakan iklim usaha yang adil dan transparan berkaitan budi daya tanaman jagung mendukung program swasembada pangan nasional.
Dia juga menilai perlunya penguatan dan pengembangan sentra-sentra produksi jagung hingga upaya menjaga rantai distribusi agar tetap lancar dan efisien.
Sementara Syamsir Rahman mengakui berkat atensi Kapolda saat ini harga jagung di tingkat petani cenderung terjaga stabil.
Jagung pipil basah saat ini dihargai Rp4 ribu per kilogram, sedangkan jika dikeringkan dengan kadar air 17 hingga 18 persen laku Rp5.500 per kilogram.
Bahkan jika kadar air hanya 14 persen maka bisa tembus di harga Rp6.400 per kilogram.
"Pemprov juga telah menyerahkan bantuan 6.000 kilogram bibit jagung kepada kelompok tani di Tanah Laut, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Kotabaru," tambahnya.
Diketahui tahun ini Polda Kalsel telah mulai menanam jagung di lahan seluas 10 hektare di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut untuk kuartal I tahun 2026.
Secara total se-Kalsel, lahan yang tersedia mencapai 10 ribu hektare dengan yang sudah tertanam jagung sekitar 1.000 hektare mendukung swasembada pangan nasional sebagai implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026