Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa yang terjadi di barat laut Jailolo, Maluku Utara (Malut), akibat deformasi kerak bumi.

"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam rilis yang dibagikan di grup percakapan BMKG dan Stakeholders di Manado, Jumat.

Dari hasil analisis mekanisme sumber, lanjutnya, menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike slip).

Baca juga: Gempa magnitudo 5,1 guncang Maluku Barat Daya, tak berpotensi Tsunami

Gempa bumi tersebut berdampak dan dirasakan di daerah Ternate (Maluku Utara) dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah atau terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Sementara dari hasil pemodelan, kata dia, menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 12.10 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Baca juga: Kedutaan: Gempa di Honshu Jepang tidak timbulkan korban jiwa

Rahmat Triyono mengimbau warga memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

Hari Jumat pukul 11.45.21 WIB wilayah pantai barat laut Jailolo, Maluku Utara, diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo 5,1.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,29 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,45 derajat Bujur Timur (BT) atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 115 kilometer arah barat kaut Jailolo, pada kedalaman 26 kilometer.

Baca juga: Pemkab: Gempa M6,0 di NTT tak timbulkan kerusakan dan korban jiwa




 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG: Gempa dangkal guncang Jailolo Maluku Utara pada Jumat siang

Pewarta: Karel Alexander Polakitan

Editor : Mahdani


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026