Ustadz Haji Aspani Anshari dalam tausyiah di Masjid Al Falah Komplek Bumi Pemurus Permai, Kelurahan Pemurus Dalam, Kota Banjarmasin mengungkap makna niat dan lafalnya ketika mau shalat.
"Dalam suatu pekerjaan niat itu penting, terlebih mau mengerjakan shalat, sebagaimana makna dari Hadits Rasulullah Muhammad saw," ujar Ustadz Aspani dalam tausyiahnya di hadapan jamaah Masjid Al Falah tersebut sesudah shalat Subuh, Arba (Rabu).
Dengan mengutip Hadits Rasulullah SAW tersebut, alumnus Universitas Al Azhar Ksiro Mesir itu mengkhawatirkan suatu pekerjaan seperti shalat tidak punya makna apa-apa jika tanpa niat. .
Sedangkan lafal niat sebagaimana biasanya saat mau shalat untuk memandu atau membantu pengingat dari niat tersebut, lanjut pendiri/pengasuh salah satu pondok/madrasah di Kelurahan Pemurus Dalam tersebut.
Oleh karenanya, Ustadz Aspani mempertanyakan mereka yang seenaknya bilang bid'ah terhadap lafal niat shalat serta qunut seperti Shalat Subuh. Sementara empat mazhab yang masyhur dalam dunia Islam tak ada yang mengatakan bid'an.
Baca juga: Ustadz Aspani ingatkan jangan anggap "enteng" tentang rukun
"Apakah setiap kebaikan untuk kemaslahatan yang tidak ada masa Rasulullah SAW bid'ah atau tak boleh sejauh tetap berpegang pada syar'i dan tidak menyimpang dalam ketauhidan kepada Allah SWT," tanyanya Ustadz Aspani.
Pada kesempatan tersebut, Ustadz Aspani kembali mengingatkan Hadits Rasulullah SAW, bahwa bagi kaum Muslim yang mau bersama Beginda Rasul di surga harus memperbanyak sujud.
"Pengertian memperbanyak sujud berarti memperbanyak shalat. Kalau shalat wajjb dan shalat-shalat tertentu terbatas seperti Shalat Tarawih, shalat sunat gerhana dan istisqa. Kecuali shalat sunat lain seperti Shalat Taubat, Shalat Tasbih dan Shalat Hajat," pungkas. Ustadz H Aspani Anshari.
Baca juga: Ustadz Hilal ingatkan dunia sesaat isilah kebaikan dan ta'at kepada Allah
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026