Wakil Bupati (Wabup) Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel), H Suriani menyampaikan pendampingan dan evaluasi pembangunan daerah bukanlah sekadar formalitas administratif.
Ia mengingatkan jajarannya bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat melalui perbaikan birokrasi, saat memberikan arahan dalam kegiatan pendampingan dan evaluasi pembangunan, mengutip pers rilis Diskominfo HSS, di Kandangan, Kamis.
“Kita mengadakan evaluasi ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memastikan sejauh mana pelaksanaan setiap program dan kegiatan yang telah dilaksanakan pemerintah benar-benar berjalan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” kata wabup.
Baca juga: Wabup HSS Salat Tarawih dan hadiri peringatan Nuzulul Al-Qur'an di Daha
Wabup juga berpesan agar seluruh perangkat daerah tidak "alergi" terhadap kritik, karena kritik konstruktif adalah bahan bakar utama untuk perbaikan program yang belum optimal.
Dan sinergi antar-instansi diharapkan menjadi kunci agar pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan selaras menuju satu muara yakni kesejahteraan masyarakat.
Sebelumnya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan HSS H. Zulkifli, menjelaskan bahwa evaluasi ini menitikberatkan pada dua pilar utama misi daerah.
Baca juga: Wabup HSS terima silaturahmi Ikatan Santri HSS Ponpes Dalwa
Diterangkan dia, dua pilar utama itu yakni transformasi birokrasi untuk menciptakan pemerintahan yang inovatif dan berkualitas tinggi, dan kesejahteraan sosial-spiritual untuk meningkatkan kualitas kehidupan sosial, budaya, dan agama melalui tata kelola pemerintahan yang melayani dan kondusif.
"Fokus utama dari kegiatan kita ini adalah membedah sejauh mana realisasi janji kepala daerah, untuk periode 2025–2029 telah berjalan di lapangan," tambahnya.
Turut berhadir dalam kegiatan ini, para kepala Organisasi Perangkat Daerah, Tim Pakar Pendampingan, serta perwakilan Unit Pemantau Pelayanan Publik kabupaten setempat.
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026