Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Selatan membangun inovasi budidaya tanaman Sorgum yang praktiknya berpeluang dijadikan contoh praktik terbaik (best practice) di tingkat nasional.
Ketua DPW LDII Kalsel Dedi Supriatna didampingi Sekretaris DPW LDII Kalsel H Budiono di Banjarmasin, Sabtu menyampaikan, keberhasilan inovasi pembudidayaan Sorgum di bawah binaan LDII Kalsel ini akan dipublikasikan dalam Musyawarah Nasional (Munas) LDII Di Jakarta pada 7-9 April 2026.
"Ini salah satu keunggulan daerah kita," ujarnya.
Menurut dia, pengembangan Sorgum LDII Kalsel tidak lepas dari peran peneliti sekaligus dosen, Anton Puspoyo, yang berhasil meraih juara pertama riset tingkat Kalimantan Selatan yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).
Diungkapkan Dedi, penelitian yang diangkatnya menyoroti potensi tanaman Sorgum sebagai komoditas alternatif yang adaptif di berbagai kondisi lahan.
"Keberhasilan riset tersebut juga mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga terkait," ujarnya.
Baca juga: Bupati Tabalong apresiasi program pembinaan karakter di LDII
Dia mengungkapkan, tim dari DBPLDI bahkan telah melakukan survei serta dokumentasi langsung ke Kabupaten Tanah Laut untuk melihat perkembangan budidaya Sorgum di lapangan.
Hasilnya cukup menggembirakan, tanaman Sorgum terbukti mampu tumbuh dengan baik, bahkan di lahan bekas tambang. Hal ini dinilai menjadi temuan penting karena membuka peluang pemanfaatan lahan-lahan yang selama ini dianggap kurang produktif.
"Ini menjadi salah satu potensi yang sangat positif ke depan. Dari beberapa daerah yang akan dipresentasikan dalam Munas nanti, Kalimantan Selatan menonjol dengan pengembangan Sorgum,” ujarnya.
Baca juga: Warga LDII Tabalong siap sukseskan Pilkada serentak 2024
Setiap daerah memang memiliki potensi unggulan masing-masing. Namun untuk Kalsel, pengembangan Sorgum dinilai menjadi sektor yang paling menonjol saat ini, terutama karena riset, uji lapangan, hingga implementasinya sudah berjalan dan menunjukkan hasil yang baik.
Selain potensi sebagai tanaman pangan, Sorgum juga memiliki banyak kemungkinan produk turunan. Bahan ini dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, mulai dari tepung hingga aneka olahan pangan lainnya.
Karena itu, ke depan masyarakat diharapkan semakin mengenal dan mencoba mengonsumsi Sorgum sebagai alternatif pangan. Bahkan tidak menutup kemungkinan produk olahan dari tanaman ini akan diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat, termasuk kepada kalangan media.
"Kalau nanti produk atau bahan olahannya sudah tersedia, kami ingin memperkenalkan kepada teman-teman media. Seperti apa rasanya, bentuk makanannya seperti apa, sehingga masyarakat juga bisa mengenal sorgum lebih dekat," ujarnya.
Pengembangan ini diharapkan tidak hanya memperkuat sektor riset di daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi pengembangan lahan Sorgum.
Editor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026