Wakil Bupati Banjar, Kalimantan Selatan Said Idrus Al Habsyi menyebut Festival "Becatuk Dauh" atau memukul beduk merupakan denyut nadi budaya Banjar yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
"Festival Becatuk Dauh adalah ikhtiar kita bersama merawat warisan leluhur yang bukan hanya menyaksikan lomba memukul beduk tapi juga merasakan denyut nadi budaya Banjar," ujar Said di Martapura, Sabtu.
Menurut Said, Becatuk Dauh adalah tradisi masyarakat Banjar yang telah ada jauh sebelum hadirnya teknologi modern dimana suara beduk dahulu menjadi penanda waktu sahur, imsak dan berbuka puasa.
Dijelaskan, kegiatan yang dilakukan selama Bulan Ramadan itu sekaligus media syiar Islam yang menyatukan masyarakat. Seiring perkembangan zaman, fungsi dauh tergeser sirine dan pengeras suara.
"Makanya, Pemkab Banjar komitmen menjadi kelestarian tradisi melalui festival. Jika tidak kita rawat, generasi muda hanya mengenal dauh sebagai benda mati tanpa memahami nilai dan kekayaan iramanya,” tegas Said.
Baca juga: Wabup Banjar luncurkan Program S1 bagi warga binaan Lapas Narkotika
Kepala Disbudporapar Banjar Irwan Jaya mengatakan, festival bagian dari program pengembangan kebudayaan sekaligus agenda tahunan yang telah masuk dalam Calendar of Event dinas pada 2026.
Dikatakan Irwan, Grand Final Festival Becatuk Dauh tahun 2026 merupakan lanjutan dari babak penyisihan yang sebelumnya diikuti 21 grup peserta di lokasi yang sama pada tanggal 10–11 Februari 2026.
"Sejak babak penyisihan, terpilih sembilan grup finalis yang bertanding memperebutkan 9 kategori juara, yakni juara 1, 2 dan 3, harapan 1, 2 dan 3, juara favorit, juara pelestari serta juara busana terbaik," sebutnya.
Baca juga: Wabup Banjar salurkan Rp600 juta gerakkan ekonomi Aluh-Aluh
Ditambahkan Irwan, pihaknya pada 2027 berencana meningkatkan skala lomba menjadi tingkat Banjarbakula meliputi Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala dan Tanah Laut, bahkan tingkat provinsi.
Sementara itu, Grand Final Festival Becatuk Dauh Kabupaten Banjar 2026 yang digelar meriah di Alun-Alun Ratu Zalecha disaksikan ribuan penonton yang memberikan semangat kepada para finalis, Rabu (4/3) malam.
Pemenang Festival Becatuk Dauh 2026 Juara 1 Grup Tarbiatul Aulad asal Desa Mekar, terbaik 2 Al Munir Jalan Kubah Tunggul Irang, terbaik 3 Darul Falah Murung Keraton, Harapan 1 Annasir Kampung Melayu Ulu.
Kemudian, juara Harapan 2 Islahul Ummah Murung Keraton, Harapan 3 Miftahussalam Pingaran, Busana Terbaik Al Banjari Murung Kenanga, Pelestari AN Nadhir Jalan Kubah dan Favorit Al Manar Tunggul Irang.
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026