Martapura (ANTARA) - Wakil Bupati Banjar, Kalimantan Selatan, Said Idrus Al Habsyi mendorong penguatan literasi investasi berbasis syariah sebagai upaya membangun masyarakat cerdas finansial sekaligus terhindar dari praktik investasi ilegal.
Hal itu disampaikan Said Idrus saat membuka resmi Workshop Pasar Modal Syariah 2026 di Aula Kantor Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PRKPLH) di Martapura, Kamis.
Menurut wabup, tingginya minat masyarakat terhadap investasi harus diimbangi edukasi yang memadai agar masyarakat mampu memilih terkait instrumen investasi yang aman dan sesuai prinsip syariah.
"Antusiasme masyarakat terhadap investasi sangat tinggi. Namun masih terdapat ancaman investasi ilegal yang merugikan sehingga edukasi investasi aman dan sesuai prinsip syariah sangat penting," ujarnya.
Said Idrus mengatakan visi Kabupaten Banjar untuk mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri dan agamis perlu didukung dengan pemahaman literasi keuangan yang baik, termasuk di bidang investasi syariah.
Ia menilai, investasi syariah tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga memberikan ketenangan batin karena dijalankan sesuai prinsip syariat Islam sehingga baik untuk umat.
Wabup juga meminta peserta workshop memanfaatkan kegiatan dan belajar aspek teknis investasi syariah. Mulai dari tata cara membuka rekening saham, memahami daftar efek serta strategi pengelolaan risiko.
"Investasi sejatinya bukan hanya soal keuntungan ekonomi, tetapi juga upaya membangun pola pikir dan perencanaan masa depan yang lebih baik sehingga tenang menjalani kehidupan," katanya.
Ketua Umum Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Banjar Muhammad Noval berharap workshop pasar modal syariah menjadi agenda rutin dan berkelanjutan di Kabupaten Banjar.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi pasar modal syariah Indonesia sebagai instrumen investasi yang aman, transparan dan halal sehingga memudahkan masyarakat.
“Selain meningkatkan pemahaman teknis masyarakat terhadap investasi syariah, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi serta memfasilitasi masyarakat yang ingin membuka rekening saham syariah," kata Noval.
Workshop menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, di antaranya Pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Kalsel Febi Devina, Divisi Pasar Modal Syariah BEI Laraza Annisa, perwakilan Kisi Sekuritas Rahmawati Kintan Sari, serta Kabag PSDA Banjar Rahmad Ferdiansyah.
Pewarta: Yose RizalEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.