Desainer asal Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan Mahdalena Syahdan  mempromosikan kain Sasirangan pada  acara AKAR Symposium di Malaysia dan Singapura sebagai warisan budaya tangan Banjar .
 
"Perjalanan ini tidak hanya untuk memperkenalkan kain tradisional yang dibuat namun sebagai  kontribusi dalam menjaga keberlangsungan budaya nusantara melalui acara AKAR Symposium," jelas Mahdalena, Senin.
 
Mahdalena fokus mempromosikan keunikan Sasirangan handmade di Malaysia sebelum melanjutkan perjalanan ke Singapura pada bulan lalu.

 Di Singapura  gelaran  di Wisma Geylang Serai, menjadi ajang berkumpulnya tokoh dan perwakilan dari berbagai daerah nusantara seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.
 
Hadir sebagai tamu kehormatan  Menteri Luar Negeri, Pembangunan Keluarga dan Sosial Encik Zulkarnaen Abdul Rahim, serta tokoh masyarakat dari berbagai daerah yang menetap di Singapura. 

Tujuan utama AKAR Symposium untuk  memastikan  adat istiadat, seni budaya, dan wastra nusantara tidak terkikis oleh arus modernitas, melainkan tetap lestari dan hidup berkembang.
 

Desainer  asal Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan Mahdalena Syahdan  bersama Datuk Latif Ketua KBB kerukunan bubuhan banjar sedunia di Singapura. (ANTARA/HO-Mahdalena)


"Saya sebagai putri asli Banjar Kalimantan Selatan, berkomitmen untuk melestarikan warisan budaya handmade kain sasirangan ini," ujar Mahdalena. 

Tidak hanya sebatas di Kalimantan, ia berambisi untuk menjadikan sasirangan dikenal hingga ke seluruh dunia.
 
Untuk mewujudkannya Mahdalena menginginkan kerja sama yang erat dengan para pengrajin sasirangan agar terus meningkatkan kualitas produk hingga mampu bersaing di pasar ekspor. 

Ia juga berharap mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah setempat untuk terus berkarya dan mengangkat nama kain tradisional Banjar ke kancah global.
 

Pewarta: Herlina Lasmianti

Editor : Sukarli


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026