Pemerintah Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) resmi meluncurkan program inovatif bertajuk "SAJADAH" yang merupakan singkatan dari "Bersama Jaga Kebersihan Rumah Ibadah."

"Kegiatan perdana ini dilaksanakan di Masjid Shulaha Barabai, Kelurahan Barabai Darat. Inovasi program ini selaras dengan arahan Bupati HST Samsul Rizal dalam mengimplementasikan visi mewujudkan HST yang Religius," kata Camat Barabai H. Aidi Rozain di Barabai, Sabtu. 

Baca juga: Disperindag HSS salurkan minyak goreng murah kepada pedagang

Aidi menerangkan, program ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam memastikan rumah ibadah tidak hanya menjadi pusat syiar, tetapi juga teladan dalam aspek kebersihan dan kenyamanan. 

Lebih lanjut, program ini juga merupakan bentuk sinergi antara pihak kecamatan, seluruh perangkat desa dan kelurahan, serta masyarakat untuk menciptakan lingkungan ibadah yang bersih dan asri.

Camat Barabai, menegaskan bahwa program SAJADAH ini merupakan tindak lanjut nyata dari instruksi Bupati HST Samsul Rizal sebagai dari komitmen menjalankan visi besar beliau untuk mewujudkan Hulu Sungai Tengah yang Religius. 

"Kami ingin memastikan setiap rumah ibadah menjadi tempat yang bersih dan nyaman bagi jemaah," ujar H. Aidi Rozain.

Aidi menekankan bahwa kenyamanan dalam beribadah sangat bergantung pada kebersihan tempatnya, sebagaimana prinsip yang biasa dipegang teguh bahwa kebersihan adalah sebagian daripada iman, menjaga kesucian rumah Allah adalah tanggung jawab kolektif.

"Ibadah akan terasa lebih khusyuk dan nyaman saat lingkungan sekitar kita bersih. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong di tempat ibadah kita masing-masing," ungkap Camat Barabai. 

Pihaknya juga berkomitmen program SAJADAH dirancang sebagai agenda rutin yang berkelanjutan dengan frekuensi setiap dua minggu sekali dan durasi berjalan selama sembilan bulan penuh, ditargetkan menyentuh 18 desa dan kelurahan di seluruh Kecamatan Barabai.

Camat Aidi berharap kegiatan di lokasi yang telah dijadwalkan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi warga di tempat lain dengan harapan masyarakat di masjid atau mushala lain yang mungkin belum masuk jadwal kunjungan tetap termotivasi untuk bergerak secara mandiri. 

"Dengan begitu, jiwa kebersamaan dan kepedulian terhadap rumah ibadah akan tumbuh secara alami di setiap sudut Kecamatan Barabai. Inilah esensi kebersamaan yang ingin kita bangun dari program SAJADAH," lanjutnya.

Baca juga: KPPN Barabai tuntas rekonsiliasi pajak daerah untuk salurkan DBH 2026

Kegiatan pembuka di Masjid Shulaha ini menjadi bukti nyata bahwa jika pemerintah dan warga bergerak bersama, tugas seberat apa pun akan terasa ringan, serta sebagai wadah tidak hanya berbenah secara fisik, tetapi juga memperkuat ikatan silaturahmi antarwarganya.

"Mari kita jaga rumah ibadah kita, agar doa-doa yang terlantun di dalamnya beriringan dengan lingkungan yang suci dan nyaman," tutupnya. 

Pewarta: Muhammad Hidayatullah

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026