Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan drg Rosihan Adhani mengajak masyarakat menggunakan kelambu saat tidur jangan justru malu karena hal itu dinilai cukup efektif mengendalikan penyebaran penyakit malaria.
Mantan kepala dinas kesehatan kabupaten Banjar itu di Banjarmasin, Kamis menjelaskan, ada beberapa hal yang harus dilakukan agar masyarakat tidak mudah tertular penyakit malaria yang disebabkan oleh nyamuk Anopheles itu.
"cara yang paling efektif dan paling mudah agar terhindar dari penyakit malaria adalah menggunakan kelambu saat tidur dan berpola hidup bersih." katanya.
Diakuinya banyak masyarakat sekarang yang sudah meninggalkan kebiasaan tidur menggunakan kelambu padahal hal itu cukup penting dan aman dari berbagai gangguan.
Menurut dia, masyarakat jangan merasa malu apalagi menganggap kuno apabila tidur menggunakan kelambu.
Selain tidur menggunakan kelambu untuk mengantisipasi dan pencegahan penyakit malaria juga diimbau agar menggunakan obat nyamuk atau memakai obat oles antinyamuk dan kurangi berada di luar rumah saat malam hari.
Menurut dia, hal lain yang tidak kalah penting adalah menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan ruang tidur, semak-semak sekitar rumah serta genangan air, imbaunya.
"Selain demam berdarah penyakit yang perlu diwaspadai dimusim hujan seperti sekarang adalah malaria karena kondisi geografis wilayah kita didominasi rawa dan hutan sehingga membuat Kalsel rawan terhadap penyebaran nyamuk penyebab malaria," ujar Rosihan.
Berdasarkan data Dinkes Kalsel, angka kematian akibat penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles tercatat masih cukup tinggi.
Pada 2008 lebih kurang 12.311 kasus malaria 21 orang diantaranya dinyatakan meninggal, sementara pada 2009 12.479 kasus diantaranya 19 orang meninggal dunia.
Sedangkan 2010 terlihat justru lebih parah lagi dari 4.004 kasus malaria tercatat 19 orang meninggal dunia akibat gigitan nyamuk Anopheles itu.
Data tersebut menunjukkan penyakit malaria tidak bisa dianggap penyakit biasa dan penyakit tersebut masih menjadi ancaman serius masyarakat Kalsel.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2010
Mantan kepala dinas kesehatan kabupaten Banjar itu di Banjarmasin, Kamis menjelaskan, ada beberapa hal yang harus dilakukan agar masyarakat tidak mudah tertular penyakit malaria yang disebabkan oleh nyamuk Anopheles itu.
"cara yang paling efektif dan paling mudah agar terhindar dari penyakit malaria adalah menggunakan kelambu saat tidur dan berpola hidup bersih." katanya.
Diakuinya banyak masyarakat sekarang yang sudah meninggalkan kebiasaan tidur menggunakan kelambu padahal hal itu cukup penting dan aman dari berbagai gangguan.
Menurut dia, masyarakat jangan merasa malu apalagi menganggap kuno apabila tidur menggunakan kelambu.
Selain tidur menggunakan kelambu untuk mengantisipasi dan pencegahan penyakit malaria juga diimbau agar menggunakan obat nyamuk atau memakai obat oles antinyamuk dan kurangi berada di luar rumah saat malam hari.
Menurut dia, hal lain yang tidak kalah penting adalah menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan ruang tidur, semak-semak sekitar rumah serta genangan air, imbaunya.
"Selain demam berdarah penyakit yang perlu diwaspadai dimusim hujan seperti sekarang adalah malaria karena kondisi geografis wilayah kita didominasi rawa dan hutan sehingga membuat Kalsel rawan terhadap penyebaran nyamuk penyebab malaria," ujar Rosihan.
Berdasarkan data Dinkes Kalsel, angka kematian akibat penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles tercatat masih cukup tinggi.
Pada 2008 lebih kurang 12.311 kasus malaria 21 orang diantaranya dinyatakan meninggal, sementara pada 2009 12.479 kasus diantaranya 19 orang meninggal dunia.
Sedangkan 2010 terlihat justru lebih parah lagi dari 4.004 kasus malaria tercatat 19 orang meninggal dunia akibat gigitan nyamuk Anopheles itu.
Data tersebut menunjukkan penyakit malaria tidak bisa dianggap penyakit biasa dan penyakit tersebut masih menjadi ancaman serius masyarakat Kalsel.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2010