Bupati Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, menilai lulusan perdana Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Assuniyah Tambarangan berpotensi memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah.

“Lulusan STIT Assuniyah ini bukan sekadar menambah angka sarjana, tetapi menjadi modal sosial untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidik dan pembimbing yang berkarakter,” ujar Bupati Tapin H. Yamani ketika memberikan sambutan dalam sidang senat terbuka lulusan perdana STIT Assuniyah di pendopo Galuh Bastari, di Rantau, Senin.

Menurut Yamani, kehadiran 57 lulusan angkatan pertama menjadi indikator berkembangnya pendidikan tinggi berbasis keagamaan di Kabupaten Tapin, sekaligus membuka peluang kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

Ia menyebutkan, tantangan utama lulusan pendidikan keagamaan saat ini adalah kemampuan beradaptasi dengan perubahan sosial dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlak.

Yamani mengungkapkan, STIT Assuniyah Tambarangan agar memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, terutama dalam pengembangan program pendidikan yang selaras dengan kebutuhan lokal.

“Pembangunan SDM tidak bisa berjalan sendiri. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang religius, adaptif, dan siap berkontribusi bagi Tapin,” katanya.

Melalui lulusan perdana STIT Assuniyah, Yamani berharap, para sarjana mampu mengintegrasikan kompetensi akademik dengan kepekaan sosial di tengah masyarakat.

Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya

Editor : Mahdani


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026