Sekretaris DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Sekwan Kalsel) Muhammad Jaini menegaskan penguatan mental dan spiritual merupakan bagian penting untuk membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur.
“Agama dan ilmu merupakan fondasi dari setiap kebijakan dan tindakan. ASN yang berilmu serta memiliki kekuatan spiritual akan memiliki ketenangan, kedewasaan, dan ketajaman dalam mengambil keputusan,” ujar Jaini pada kegiatan Pembinaan Mental Spiritual ASN di Kompleks Gedung DPRD Kalsel, Banjarmasin, Kamis.
Baca juga: Pansus III DPRD Kalsel finalisasi Raperda pedoman pembiayaan tahun jamak
Jaini mengatakan pembinaan mental spiritual, yang diisi dengan ceramah keagamaan, menjadi salah satu upaya mendukung arah pembangunan Kalimantan Selatan yang menempatkan nilai religi sebagai bagian dari fondasi tata kelola pemerintahan.
Menurut dia, kegiatan tersebut juga sejalan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel, H Muhidin dan H Hasnuryadi Sulaiman, dalam membentuk aparatur yang profesional sekaligus berkarakter religius.
“Oleh karenanya, keterikatan antara ilmu, akhlak, dan tugas pelayanan publik harus terus terpelihara agar lembaga berjalan dengan baik,” tuturnya didampingi Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan, H Muhammad Andri Yuzhar, serta jajaran staf persidangan.
Ia berharap aparatur di lingkungan Setwan Kalsel terus menjadi teladan dalam pelayanan.
Baca juga: Raperda Penanaman Modal diharapkan dapat respon positif Gubernur
“Kita ingin aparatur di Setwan menjadi contoh. Ilmunya kuat, akhlaknya baik, dan pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat dari waktu ke waktu,” kata Jaini.
Pada sesi ceramah, Ustadz M Fadlian Noor menekankan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban yang membawa keberkahan bagi pribadi maupun lingkungan kerja.
Menurut dia, aparatur negara memegang tanggung jawab besar sehingga membutuhkan bekal ilmu yang memadai, baik ilmu agama maupun pengetahuan terkait tugas kedinasan.
“Ilmu adalah cahaya. Dengan ilmu, seorang ASN mampu mengarahkan langkahnya menuju kebaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Ia mengapresiasi Setwan Kalsel yang memasukkan pembinaan spiritual sebagai agenda rutin, karena dinilai relevan dalam mendukung pembangunan akhlak aparatur dan sejalan dengan spirit pemerintahan Provinsi Kalsel yang religius serta berorientasi pada kebaikan bersama.
Baca juga: DPRD Kalsel minta Pertamina periksa keaslian BBM
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025
“Agama dan ilmu merupakan fondasi dari setiap kebijakan dan tindakan. ASN yang berilmu serta memiliki kekuatan spiritual akan memiliki ketenangan, kedewasaan, dan ketajaman dalam mengambil keputusan,” ujar Jaini pada kegiatan Pembinaan Mental Spiritual ASN di Kompleks Gedung DPRD Kalsel, Banjarmasin, Kamis.
Baca juga: Pansus III DPRD Kalsel finalisasi Raperda pedoman pembiayaan tahun jamak
Jaini mengatakan pembinaan mental spiritual, yang diisi dengan ceramah keagamaan, menjadi salah satu upaya mendukung arah pembangunan Kalimantan Selatan yang menempatkan nilai religi sebagai bagian dari fondasi tata kelola pemerintahan.
Menurut dia, kegiatan tersebut juga sejalan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel, H Muhidin dan H Hasnuryadi Sulaiman, dalam membentuk aparatur yang profesional sekaligus berkarakter religius.
“Oleh karenanya, keterikatan antara ilmu, akhlak, dan tugas pelayanan publik harus terus terpelihara agar lembaga berjalan dengan baik,” tuturnya didampingi Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan, H Muhammad Andri Yuzhar, serta jajaran staf persidangan.
Ia berharap aparatur di lingkungan Setwan Kalsel terus menjadi teladan dalam pelayanan.
Baca juga: Raperda Penanaman Modal diharapkan dapat respon positif Gubernur
“Kita ingin aparatur di Setwan menjadi contoh. Ilmunya kuat, akhlaknya baik, dan pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat dari waktu ke waktu,” kata Jaini.
Pada sesi ceramah, Ustadz M Fadlian Noor menekankan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban yang membawa keberkahan bagi pribadi maupun lingkungan kerja.
Menurut dia, aparatur negara memegang tanggung jawab besar sehingga membutuhkan bekal ilmu yang memadai, baik ilmu agama maupun pengetahuan terkait tugas kedinasan.
“Ilmu adalah cahaya. Dengan ilmu, seorang ASN mampu mengarahkan langkahnya menuju kebaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Ia mengapresiasi Setwan Kalsel yang memasukkan pembinaan spiritual sebagai agenda rutin, karena dinilai relevan dalam mendukung pembangunan akhlak aparatur dan sejalan dengan spirit pemerintahan Provinsi Kalsel yang religius serta berorientasi pada kebaikan bersama.
Baca juga: DPRD Kalsel minta Pertamina periksa keaslian BBM
Editor : Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025