Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan memberikan pelatihan kepada puluhan perempuan untuk bisa menguasai public speaking.
Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda di Banjarmasin, Rabu, menyatakan, kemampuan berbicara di depan publik bukan hanya keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan penting di era keterbukaan informasi dan persaingan global.
"Sekarang ini, untuk bertahan hidup tidak cukup hanya dengan ijazah. Semua orang punya ijazah. Tapi yang membedakan adalah soft skill, salah satunya kemampuan public speaking,” ujar Ananda.
Dia menjelaskan, public speaking tidak hanya soal berbicara, melainkan tentang keberanian menyampaikan gagasan dan kepercayaan diri menghadapi audiens.
"Public speaking bisa membuka banyak peluang. Bisa jadi MC, moderator, content creator, bahkan pemimpin yang menginspirasi. Semua itu berawal dari kemampuan berbicara dengan percaya diri,” ungkapnya.
Sebagai Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Banjarmasin, Ananda juga menekankan pentingnya perempuan untuk memiliki kemampuan komunikasi yang kuat agar bisa menjadi agen perubahan di lingkungannya.
"Saya berharap setiap perempuan di bawah naungan Kota Banjarmasin punya keberanian untuk berbicara dan bercerita. Karena yang bisa bercerita, dialah yang bisa memberi pengaruh,” ucapnya.
Ananda menambahkan, public speaking bukan hanya tentang teknik bicara, melainkan juga tentang storytelling seni mengubah pengalaman menjadi makna yang menyentuh orang lain.
“Yang diingat orang bukan datanya, tapi ceritanya. Di era pembuat konten seperti sekarang, siapa yang bisa bercerita, dialah yang bisa menggerakkan orang lain,” ujarnya.
Dia mengingatkan agar para perempuan tidak terjebak oleh rasa takut atau keraguan untuk tampil.
"Banyak dari kita seperti rantai gajah yang sudah lepas rantainya, tapi masih merasa terikat oleh pikiran lama yaitu ‘Aku tidak bisa’ atau ‘Aku bukan tipe orang yang berani bicara’. Padahal rantai itu sudah lama putus. Yang dibutuhkan sekarang hanyalah keberanian untuk melangkah," ujarnya.
Sementara itu, salah satu peserta pelatihan yang juga Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Banjarmasin, Rusdiati mengaku sangat antusias dengan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, materinya sangat bermanfaat. Sebagai pengurus organisasi, kami sering diminta berbicara di depan banyak orang. Jadi pelatihan ini benar-benar menambah rasa percaya diri,” ujarnya.
Dia juga menuturkan bahwa pelatihan ini membantu mengurangi rasa gugup saat tampil di forum publik.
"Biasanya kalau ditunjuk jadi MC atau moderator masih grogi. Tapi setelah dapat ilmu dari pelatihan ini, jadi lebih berani dan tahu cara mengelola rasa takut," ujarnya.
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025