Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, memperluas kawasan bersih dari perilaku masyarakat buang air besar (BAB) sembarangan atau bebas dari jamban atau toilet apung di sungai.

Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda di Banjarmasin, Jumat, menyatakan pembersihan jamban untuk program Open Defecation Free (ODF) berlanjut, salah satunya di wilayah Pekapuran Laut, Banjarmasin Tengah.

Menurut dia, terdapat satu RT yang berinisiatif membongkar jamban warga sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan ODF di wilayah tersebut. 

Baca juga: Banjarmasin segera wujudkan kota sehat dengan hilangkan toilet apung
 

Dinyatakan dia, atas komitmen tersebut, warga setempat mendapatkan bantuan pembangunan WC dari Pemerintah Kota Banjarmasin.

"Saya berkesempatan ikut langsung membongkar jamban di sungai wilayah tersebut," ujarnya.

Dia mengapresiasi kesadaran masyarakat Pekapuran Laut mengikuti wilayah lainnya yang sudah lebih dulu melaksanakan gerakan mendukung lingkungan bersih dan sehat tersebut.

"Tentunya juga memperindah pemandangan sungai," ujarnya.

Ananda menyampaikan, gerakan stop BAB sembarangan di kota ini sudah menyasar lebih 50 persen kelurahan. Komitmen Pemkot Banjarmasin terus memperluas hingga 100 persen.

Baca juga: 32 kelurahan di Banjarmasin hentikan buang air besar sembarangan
 

Gerakan stop BAB sembarangan sendiri menjadi salah satu indikator terwujudnya pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang kini terus digalakkan oleh pemerintahannya menuju kota sehat. 

"Ini juga upaya mempercepat terwujudnya Banjarmasin Maju Sejahtera," ujarnya.

Lurah Pekapuran Laut, Banjarmasin Tengah, Doddy Surya, mengatakan upaya pembongkaran jamban di wilayahnya akan terus berlanjut sebagai bentuk komitmen menuju lingkungan sehat. 

Menurut dia, tahun lalu sudah ada beberapa RT yang melakukan pembongkaran, dan tahun ini kembali dilanjutkan secara bertahap.

Doddy menjelaskan, masih ada sebagian warga yang terbiasa menggunakan jamban di sungai meskipun sudah memiliki WC di rumah. 

Karena itu, pihak kelurahan terus melakukan pendekatan dan sosialisasi agar masyarakat sepenuhnya meninggalkan kebiasaan tersebut. 

"Kami berusaha mengingatkan warga untuk tidak lagi buang air di jamban atau sungai, demi kesehatan dan kebersihan lingkungan," demikian katanya.

Baca juga: Banjarmasin rencanakan pengembangan program sanitasi jangka menengah


 

Pewarta: Sukarli

Editor : Mahdani


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025