Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) membenahi drainase pada tiga titik rawan banjir, guna mengantisipasi banjir pada 2025.

Kepala Bidang Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin Harwita Oktania di Banjarmasin, Jumat, mengungkapkan tiga titik rawan banjir itu, meliputi Jalan Dharma Praja dan Jalan Cempaka Raya di Banjarmasin Timur, serta Jalan Perdagangan, Banjarmasin Utara.

Baca juga: Tim teknis PUPR Kalsel cek kerusakan Jembatan Mantuil 9

"Tiga titik ini penting dilakukan pembenahan drainase secara cepat, karena rawan banjir, akibat hujan atau air pasang," ujarnya.

Karenanya, ucap dia, menjadi prioritas pemerintah kota untuk menanggulangi tiga titik tersebut pada 2025.

"Sudah dialokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk pembenahan drainase tiga titik tersebut," ungkap Harwita.

Menurut dia, proyek ini rata-rata untuk peningkatan kapasitas drainase yang ada. Karena, kapasitas drainase yang ada sudah tidak ideal dengan pertumbuhan pembangunan.

"Baik itu drainase yang ada di depan ruko, rumah dan bangunan lainnya," kata Harwita.

Baca juga: Eks Kadis PUPR Kalsel divonis lima tahun penjara

Selain tiga titik ini, Pemkot Banjarmasin juga melakukan kelanjutan perbaikan drainase dan trotoar di jalan protokol, Jalan Lambung Mangkurat sekitar satu kilometer.

Menurut dia, proyek pekerja perbaikan drainase dan trotoar di Jalan Lambung Mangkurat itu dialokasikan anggaran sebesar Rp7,2 miliar.

Terutama perbaikan drainase dan trotoar di jalan protokol ini, kata Harwita, karena di pusat kota, maka desain lebih moderen untuk kepentingan keindahan kota dan layanan pejalan kaki yang nyaman dan aman.

Harwita menyampaikan Banjarmasin perlu berbenah untuk memfungsikan drainase dengan maksimal, karena sebagian kota di bawah permukaan laut, sangat rawan banjir. Bahkan pernah merasakan banjir besar pada 2021.

Baca juga: Pemkot Banjarmasin keruk sungai sebabkan banjir

 

Pewarta: Sukarli

Editor : Taufik Ridwan


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025