Tanjung, (Antaranews Kalsel) - Dinas Pertanian Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan menargetkan sebanyak 900 ekor sapi sebagai sasaran program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) 2017.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Tabalong Abdul Muthalib Sangadji di Tanjung, Kamis sebagai tindak lanjut gerakan inseminasi buatan serempak.

"Dari 900 ekor sapi ditargetkan kebuntingan mencapai 585 melalui program inseminasi buatan tersebut," jelas Sangadji dalam koordinasi sosialisasi dan evaluasi semen beku oleh Balai Inseminasi Buatan Provinsi Kalsel.

Sangadji menegaskan melalui program Upsus Siwab salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Tabalong meningkatkan populasi sapi.

Mengingat populasi sapi di `Bumi Sarabakawa` ini 3.658 ekor dengan jumlah betina produktif hanya 1.266 ekor.

Kepala Balai Inseminasi Buatan Provinsi Kalsel Suparmi mengatakan untuk Kalimantan Selatan ditargetkan sebesar 35.266 akseptor dan kebuntingan 22.925 ekor.

"Balai Inseminasi Buatan Provinsi Kalsel sudah bisa memproduksi semen beku untuk mendukung program inseminasi buatan," jelas Suparmi.

Termasuk semen penyedian tenaga teknis dan sarana Inseminasi buatan.

Untuk mempertahankan kualitas semen beku sesuai SNI BBI Provinsi Kalsel melakukan pengujian secara rutin di laboratorium terakreditasi ISO 17025 dua tahun sekali.

Terkiat materi handling semen beku disampaikan oleh Kasi Produksi dan distribusi BIB Provinsi Kalsel Sasongko.

Sosialisasi dan evaluasi semen beku sendiri diikuti para inseminator dan instansi terkait di Kabupaten Tabalong.

Pewarta: Herlina Lasmianti

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2017