Balangan, (Antaranews Kalsel) - Warga Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, mulai kesulitan mendapatkan gas elpiji tiga kilogram, di pangkalan-pangkalan resmi, sejak Rabu (8/2) lalu.

Bahkan jika ada, harganya bervariasi, dari mencapai Rp25 ribu hingga Rp35 ribu. Beberapa warga berpendapat persediaan gas elpiji tiga kilogram sengaja dijual para agen ke luar daerah wilayah provinsi, karena harganya yang mencapai dua kali lipat

Budi Ansari (36) salah satu pemilik pangkalan resmi gas elpiji bersubsidi mengungkapkan, memang saat ini pihaknya belum mendapatkan pasokan gas, sehingga persediaannya juga kosong.

"Hingga Selasa, (14/2) besok, kita belum ada kepastian mendapatkan pasokan," tukasnya.

Sementara itu, Toko Azki salah satu penjual gas elpiji mengatakan, saat ini dirinya mendapatkan gas dengan harga Rp19 ribu hingga Rp22 ribu, sehingga dijual Rp23 ribu sampai Rp24 ribu, sesuai harga gas yang ia dapatkan dari para pangkalan resmi.

"Biasanya harga jual gas Rp19ribu - Rp20 ribu, namun karena saat ini harga jual dari pangkalan resmi naik, terpaksa harga jual juga dinaikkan, antara Rp22 ribu sampai Rp 24 ribu, kalau ditempat lain mencapai Rp35 ribu," jelasnya.

Senada, Nelly (28), salah satu pemilik pangkalan resmi penjual gas elpiji bersubsidi mengungkapkan, saat ini persediaan kosong, bahkan jika ada pengiriman, tidak akan full seperti biasanya.

"Biasanya dalam satu truk pengiriman, berisi hingga 560 buah tabung, namun kini jatah yang datang dipangkas, bahkan Sabtu (11/2) kemarin hanya mendapat jatah 120 buah, itu pun berjarak cukup lama, sehingga dalam hitungan jam pun sudah habis diserbu warga," paparnya.

Ia menerangkan, bahwa dalam satu truk yang berjumlah 560 buah, dibagi untuk lima pangkalan resmi, dan harganya sudah Rp18 ribu, sehingga dijual kemasyarakat seharga Rp19 ribu.

"Semoga kelangkaan gas elpiji bersubsidi cepat berlalu, kasihan masyarakat yang sudah terlanjur menggunakan gas elpiji sesuai keinginan pemerintah pusat, namun pasokan gasnya sulit didapatkan serta mahal," pungkasnya.

Pewarta: Roly Supriadi

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2017